Sabtu 07 Mar 2026 10:48 WIB

Iran Bersuara di PBB: Kami akan Terus Membela Diri Hingga Tindakan Barbar Ini Berhenti

Iravani menyatakan, Iran hanya menargetkan sasaran militer untuk menjawab agresor.

Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani
Foto: Tangkapan Layar
Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, mengatakan, Iran akan terus membela diri hingga agresi dan serangan yang disebutnya sebagai tindakan barbar dari Amerika Serikat (AS) dan Israel dihentikan.

“Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” kata Iravani kepada wartawan di markas besar PBB di New York, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga

Ia menyatakan, Iran hanya menargetkan sasaran militer sebagai tanggapan atas agresi yang ditujukan kepada negaranya.“Iran hanya menargetkan sasaran militer dari pihak penyerang. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga. Saat ini kami sedang menyelidiki tuduhan terkait serangan terhadap lokasi nonmiliter," kata Iravani.

"Penilaian awal kami menunjukkan bahwa beberapa insiden tersebut mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan oleh sistem pertahanan Amerika Serikat yang dapat menyebabkan serangan menyimpang dari target militer yang dimaksud,” ujarnya menambahkan.

photo
Ribuan warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang.“Iran tidak mencari perang. Iran tidak menginginkan eskalasi. Namun Iran tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya," kata Iravani.

"Peradaban kami yang kuno dan membanggakan menunjukkan bahwa Iran selalu menjadi bangsa yang mencintai perdamaian serta berkomitmen pada hidup berdampingan, martabat, dan saling menghormati antarbangsa. Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela rakyat kami, wilayah kami, dan kemerdekaan kami,”tegas dia.

Iravani menambahkan bahwa pemilihan kepemimpinan Iran sepenuhnya ditentukan oleh rakyat Iran tanpa campur tangan pihak asing.

“Iran adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Iran tidak menerima dan tidak akan pernah mengizinkan kekuatan asing mencampuri urusan dalam negerinya. Konstitusi kami jelas. Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai dengan prosedur konstitusional kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing,” ujarnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement