Rabu 04 Mar 2026 20:43 WIB

Iran: Kami tak akan Pernah Percaya AS, Kami Mampu Perang Sampai Kapan pun!

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Mohammad Mokhber, asisten senior almarhum Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menegaskan negaranya tidak berniat melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.

"Kami dapat melanjutkan perang kapan pun kami mau,” kata dia dilansir televisi Iran pada Rabu (4/3/2026). "Kami sama sekali tidak mempercayai Amerika Serikat," kata dia.

Baca Juga

Dia menyebut Amerika tidak bermaksud untuk menduduki Iran, melainkan untuk memecah belah negara itu, dan telah berupaya melakukannya sejak dimulainya revolusi Iran pada 1979.

"Kami dapat memperpanjang perang selama yang kami anggap perlu, karena kami telah bertindak dengan cara yang sama selama perang Irak yang berlangsung selama delapan tahun," dikutip Aljazeera, Rabu (4/3/2026). 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Presiden AS Donald Trump telah mengkhianati diplomasi dan rakyat Amerika yang memilihnya.

Araqchi menulis dalam sebuah postingan di platform X pada Rabu, "Ketika negosiasi nuklir yang rumit diperlakukan seperti transaksi riil estate, dan ketika fakta-fakta disembunyikan dengan kebohongan besar, mustahil untuk mencapai harapan yang tidak realistis."

Menteri Iran itu menyimpulkan dalam postingannya bahwa hasilnya adalah meledakkan meja perundingan karena kebencian, menurutnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi