REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI — Serangan pesawat nirawak (drone) yang diduga diluncurkan oleh militer Iran menghantam area parkir Konsulat Amerika Serikat (AS) di Dubai, Selasa (3/3/2026). Insiden ini memicu kebakaran hebat dan kepulan asap hitam di tengah gelombang serangan balasan Teheran atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Sayyed Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio,mengonfirmasi bahwa seluruh personel diplomatik dalam kondisi selamat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fasilitas diplomatik AS kini berada di bawah serangan langsung dari rezim Iran.
"Sebuah drone menghantam tempat parkir yang berdekatan dengan gedung kanselir dan memicu kebakaran. Kami beruntung tidak ada korban jiwa, namun kami mulai menarik personel hingga ke level minimum (bare bones)," ujar Rubio kepada wartawan pada Selasa sore, seperti dilansir dari Time.com.
Penutupan massal
Ditutupnya Kedutaan Besar Serangan di Dubai terjadi hanya beberapa jam setelah Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, mengalami insiden serupa. Menanggapi situasi keamanan yang memburuk, Departemen Luar Negeri AS mengambil langkah drastis dengan menutup tanpa batas waktu kantor kedutaan di Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon.
Hingga saat ini, enam personel militer AS dilaporkan tewas sejak konflik pecah pada Sabtu lalu. Sementara itu, media pemerintah Iran mengeklaim jumlah korban tewas di pihak mereka telah mencapai sedikitnya 780 jiwa akibat agresi gabungan AS-Israel.