Rabu 04 Mar 2026 05:50 WIB

Investigasi Ungkap AS-Israel Sengaja Bom SD di Iran yang Bunuh Ratusan Siswa

Citra satelit menunjukkan sekolah tersebut sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu.

Suasana pemakaman syuhada akibat serangan Israel di sekolah putri di Minab, Iran, pada Selasa (3/3/2026).
Foto: Iran Roday/X
Suasana pemakaman syuhada akibat serangan Israel di sekolah putri di Minab, Iran, pada Selasa (3/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,MINAB — Investigasi Al Jazeera mengungkap fakta mengejutkan di balik serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Hormozgan, pada Sabtu (28/2/2026). Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas kini melonjak drastis menjadi 165 jiwa, yang mayoritas adalah siswi berusia antara 7 hingga 12 tahun.

Laporan investigasi digital Al Jazeera yang membedah citra satelit selama satu dekade terakhir membantah klaim sepihak Pentagon dan militer Israel (IDF) yang mengeklaim tidak mengetahui adanya fasilitas sipil di lokasi tersebut. Analisis dari citra satelit membuktikan bahwa gedung sekolah telah terpisah secara arsitektural dan administratif dari pangkalan militer di dekatnya selama lebih dari 10 tahun.

Baca Juga

Investigasi tersebut mengungkap berdasarkan pelacakan historis melalui Google Earth, sejak 2016, area sekolah telah disekat dengan dinding permanen yang memisahkannya dari Kompleks Militer Sayyid al-Shuhada (Markas Brigade Rudal Asif). Dua menara pengawas militer telah dibongkar, dan tiga gerbang eksternal dibuka langsung ke jalan umum untuk akses siswa, terpisah jauh dari pos pemeriksaan militer.

photo
Suasana pemakaman syuhada akibat serangan Israel di sekolah putri di Minab, Iran, pada Selasa (3/3/2026). - (Amirhossein Khorgooei/ISNA)

"Analisis visual menunjukkan pola serangan yang sangat presisi. Rudal berpemandu menghantam pangkalan militer dan gedung sekolah secara terpisah, namun secara ajaib melewati Klinik Spesialis Syahid Absalan yang terletak persis di antara keduanya," tulis laporan investigasi tersebut.

Fakta bahwa penyerang mampu menghindari klinik yang baru diresmikan setahun lalu, namun menghantam sekolah yang sudah berdiri 10 tahun, memperkuat dugaan adanya kesengajaan atau kegagalan intelijen yang sangat fatal.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement