Selasa 03 Mar 2026 06:54 WIB

MUI: Trump Terbukti Perusak Brutal Perdamaian, BoP Pimpinannya tak Bisa Dipercaya

Kepemimpinan Trump tak mencerminkan komitmen terhadap perdamaian dunia.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim.
Foto: Dok. Republika
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim, menilai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjadi bukti nyata runtuhnya legitimasi moral Dewan Perdamaian/Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.

Sudarnoto menilai, langkah militer tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Trump, baik sebagai Presiden Amerika Serikat maupun sebagai chairman BoP, tidak mencerminkan komitmen terhadap perdamaian dunia.

Baca Juga

“Dia tepatnya disebut sebagai perusak brutal perdamaian. Karena itu, BoP yang dia pimpin tidak bisa dipercaya sebagai badan yang akan menciptakan perdamaian,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Selasa (3/3/2026).

Sudarnoto bahkan menilai BoP telah runtuh secara moral dan kehilangan legitimasi di mata dunia internasional. Ia menyebut lembaga tersebut hanya menjadi kamuflase dengan motif imperialistik."Itu kamuflase yang bermotif imperialistik. BoP sudah runtuh secara moral, dan kehilangan lejitimasinya," ucap dia.

photo
Kondisi bagian dalam Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH )

Atas dasar itu, MUI mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk memperhitungkan kembali posisi Indonesia sebagai anggota BoP. Menurut Sudarnoto, langkah serupa juga sepatutnya dipertimbangkan oleh negara-negara Muslim lainnya. 

“BoP tidak berguna untuk menciptakan perdamaian, apalagi memerdekakan Palestina. Justru waktunya sekarang negara-negara Muslim bersatu padu, jangan membiarkan diri diadu domba dan dipecah belah oleh imperialisme Amerika-Israel sebagaimana yang dilakukan saat ini dengan serangan terhadap Iran,” kata dia.

Kendati demikian, Sudarnoto mengingatkan bahwa sikap Indonesia tetap harus berpijak pada amanah konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement