REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Lembaga penyiaran Israel mengatakan Hizbullah meluncurkan roket ke arah utara Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata pada November 2024, tanpa ada pernyataan dari partai tersebut hingga saat ini.
Dikutip dari Aljazeera, Senin (2/3/2026), Tentara Israel mengkonfirmasi bunyi sirene peringatan di beberapa wilayah di utara Israel setelah peluncuran proyektil dari Lebanon.
Tentara Israel mengatakan Angkatan Udara telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Lebanon dan rudal-rudal lainnya jatuh, namun tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.
Koresponden Aljazeera, mengutip media Israel, mengatakan bahwa tentara memantau peluncuran enam roket dari Lebanon.
Lihat postingan ini di Instagram
Aksi Hizbullah tak menggubris seruan dari Perdana Menteri Nawaf Salam yang mengingatkan berbagai pihak untuk menahan diri dan tak menyeret Lebanon dalam konflik. Nawaf menulis melalui platform X:
"Menghadapi perkembangan berbahaya yang terjadi di kawasan ini, saya kembali menghimbau seluruh rakyat Lebanon untuk bersikap bijaksana dan patriotik, dengan mengutamakan kepentingan Lebanon dan rakyat Lebanon di atas segalanya," sambil menambahkan: "Kami tidak akan menerima siapa pun yang membawa negara ini ke dalam petualangan yang mengancam keamanan dan persatuannya."
رئيس وزراء لبنان: لن نقبل أن يُدخل أحد البلاد في مغامرات تهدد أمنها ووحدتها#عاجل pic.twitter.com/pzwJkWIZ2g
— قناة الجزيرة (@AJArabic) February 28, 2026




