REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kepada Al Jazeera jika serangan terhadap Iran merupakan operasi militer gabungan yang dilakukan oleh AS dan Israel. Serangan tersebut dilancarkan pada Sabtu (28/2/2026).
Menyusul eskalasi tersebut, Kedutaan Besar AS di Qatar segera menerapkan status shelter-in-place (berlindung di lokasi) bagi seluruh personelnya. Pihak kedutaan juga merekomendasikan seluruh warga negara AS di wilayah tersebut untuk melakukan langkah serupa hingga pemberitahuan lebih lanjut, lapor Al Jazeera.
Di pihak lain, militer Israel telah mengaktifkan sirene di seluruh penjuru negeri sebagai instruksi bagi warga agar tetap berada di dekat ruang pelindung atau bunker.
Melalui pernyataan resmi di kanal Telegram, militer Israel menyebutkan bahwa peringatan tersebut bertujuan mempersiapkan publik menghadapi kemungkinan serangan rudal balasan yang diluncurkan ke arah Israel.
"Seluruh wilayah negara kini dialihkan dari status 'aktivitas penuh' menjadi 'aktivitas esensial'," tulis militer Israel dalam pernyataan terpisah.