Senin 23 Feb 2026 12:12 WIB

Ramadhan Melatih Jiwa Muraqabah

Ramadhan adalah syahru tarbiyah, bulan pendidikan.

ILUSTRASI Mendekatkan diri kepada Allah
Foto: Republika
ILUSTRASI Mendekatkan diri kepada Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu jalan menuju ketakwaan ialah dengan muraqabah alias selalu merasa diawasi. Muraqabatullah berarti merasa diawasi oleh Allah. Orang beriman meyakini bahwa setiap gerak perbuatannya, termasuk gerakan hati, selalu dicatat Allah di mana pun dan kapan pun dia berada. “Dan Dia bersama kamu di mana pun saja kamu berada” (al-Hadid: 4).

Manusia yang keimanannya lurus pasti akan berpikir sekian kali bila akan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan tuntunan-Nya. Itulah kondisi ideal bagi seseorang yang memiliki keimanan yang benar.

Baca Juga

Puasa Ramadhan merupakan salah satu sarana untuk melatih dan mendidik jiwa manusia agar memiliki sifat muraqabatullah. Selama sebulan penuh, kita insya Allah dapat melalui ujian dalam menahan lapar, dahaga, dan syahwat.

Puasa melatih seorang Mukmin dalam mengelola kehendak. Dengan berpuasa, Muslimin melatih pengendalian ego diri agar berbuat sesuai dengan perintah Allah.

Puasa juga melatih kita dalam persoalan ketaatan, kesabaran, dan kesungguhan kepada Allah. Bukankah karena ketaatan kita tidak berlaku curang dalam melaksanakan puasa? Kita, misalnya, tak makan atau minum secara sembunyi-sembunyi?

Ramadhan sebagai syahru tarbiyah (bulan pendidikan) hendaknya menjadi momen mendidik kejujuran pelakunya, pengamal puasa. Dengan begitu, seorang Muslim selepas Ramadhan akan "lulus", yakni terbiasa merasa diawasi Allah SWT dalam tiap gerak langkahnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Hikmah Republika oleh Budi Santosa
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement