Ahad 22 Feb 2026 04:13 WIB

Tadarus Inklusi, Jemari Pun Menjadi 'Mata' untuk Mengeja Firman Allah

Alquran Isyarat juga menjadi inovasi dalam inklusivitas ibadah.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Para tunanetra membaca Alquran Braille saat bulan suci Ramadan di Perhimpunan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) pusat Medan, Kamis (6/4/2023).
Foto: EPA-EFE/DEDI SINUHAJI
Para tunanetra membaca Alquran Braille saat bulan suci Ramadan di Perhimpunan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) pusat Medan, Kamis (6/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Untuk menghidupkan Ramadhan tahun ini, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Tadarus Al-Qur'an Inklusi (TAQI). Tadarus yang diikuti kalangan disabilitas ini digelar secara online.

Kepala LPMQ Abdul Aziz Shidqi mengatakan, Ramadhan mengingatkan umat Islam bahwa Alquran adalah petunjuk bagi seluruh manusia (Hudan lin-Naas). Untuk itu, kesempatan untuk membaca dan memahami Alquran juga harus disiapkan bagi semua pihak, termasuk kalangan disabilas netra, tuli, dan bisu. 

Baca Juga

“Semangat Tadarus Alquran Inklusi (TAQI) memastikan bahwa saudara-saudara kita penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam meraih keberkahan Ramadan,” ujar Abdul Aziz dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Tadarus Alquran Inklusi ini digelar secara online melalui zoom setiap Senin sampai Kamis, pukul 12.50-14.00 mulai 23 Februari hingga 12 Maret 2026. Menurut Abdul Aziz, LPMQ telah menyiapkan dua mushaf Alaquran bagi disabilitas, yaitu Alquran Braille dan Alquran Isyarat. 

Mushaf Alquran Braille, kata Abdul Aziz, disiapkan agar bisa menjadi cahaya bagi disabilitas netra. Bagi penyandang disabilitas netra, Mushaf Alquran Braille memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan wahyu. "Melalui Mushaf Alquran Braille yang telah ditashih (diperiksa ketepatannya) oleh LPMQ, jemari mereka kini menjadi "mata" yang mengeja setiap huruf firman Allah,” ucap Abdul Aziz. 

“Tadarus Braille menciptakan harmoni spiritual yang luar biasa, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghafal dan mencintai Alquran,”kata dia.

photo
Santriwati membaca Alquran braile di area Pesantren Tahfidz Tuna Netra Mahad Saman Darushudur, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/3/2023). Sebanyak 27 santri tuna netra mengikuti pesantren tahfidz Alquran dengan metode pembelajaran menggunakan bunyi-bunyian serta hafalan Alquran selama Bulan Suci Ramadhan 1444 H. - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement