Jumat 06 Feb 2026 08:48 WIB

Dilarang Israel Masuk Gaza Sejak Maret 2025, UNRWA: Bantuan Masih Ada di Mesir dan Yordania

Bantuan kemanusiaan UNRWA masih berada di Mesir dan Yordania.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: A.Syalaby Ichsan
Konvoi truk yang membawa pasokan bantuan kemanusiaan ke Gaza menunggu di jalan utama gurun Ismailia, sekitar 300 km timur perbatasan Mesir dengan Gaza, dalam perjalanan menuju penyeberangan Rafah, Mesir, Selasa (13/2/2024). Bantuan kemanusiaan terus mengalir untuk warga Palestina di Gaza. Lebih dari 28.300 warga Palestina terbunuh akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.
Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Konvoi truk yang membawa pasokan bantuan kemanusiaan ke Gaza menunggu di jalan utama gurun Ismailia, sekitar 300 km timur perbatasan Mesir dengan Gaza, dalam perjalanan menuju penyeberangan Rafah, Mesir, Selasa (13/2/2024). Bantuan kemanusiaan terus mengalir untuk warga Palestina di Gaza. Lebih dari 28.300 warga Palestina terbunuh akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, upaya mereka untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza masih terhalau blokade Israel.

Meski Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata sejak Oktober 2025, akses untuk pengiriman bantuan ke Gaza masih sangat ketat.

Baca Juga

"Persediaan bantuan kemanusiaan UNRWA — makanan, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, dan perlengkapan tempat tinggal — tetap terperangkap di gudang-gudang di Mesir dan Yordania, dilarang masuk ke Gaza sejak Maret 2025,” ungkap UNRWA lewat akun X resminya, Kamis (5/2/2026).

UNRWA menambahkan, pasokan bantuan yang akan membantu dan menyelamatkan masyarakat Palestina di Gaza siap dikirim. "Tidak ada waktu untuk menunggu," kata UNRWA. 

Israel telah melarang operasi UNRWA di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki pada akhir 2024. Setelah itu, Tel Aviv turut memberlakukan pembatasan yang semakin ketat terhadap UNRWA. Israel kerap menuding UNRWA memiliki hubungan dengan kelompok Hamas. Tuduhan tersebut telah berulang kali dibantah PBB. 

Akhir tahun lalu, Pemerintah Israel mengumumkan bahwa mereka akan mencabut izin 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Seluruh organisasi tersebut diperintahkan menghentikan kegiatan mereka pada Maret 2026. 

photo
Anak-anak berteriak dan menangis saat antre untuk mendapatkan makanan di kamp Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (15/6/2024). Momen Idul Adha dilalui anak-anak Gaza yang berada di Khan Younis dengan ancaman bahaya kelaparan. Menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Palestina berada di ambang krisis kelaparan, dengan 1,1 juta orang (setengah dari populasinya) mengalami bencana kerawanan pangan akibat konflik dan pembatasan akses kemanusiaan. - ( EPA-EFE/HAITHAM IMAD)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement