Senin 02 Feb 2026 06:30 WIB

Perdana, SUMU Gelar Workshop Teknologi Blockchain untuk Pengusaha

Serikat Usaha Muhammadiyah dorong peningkatan literasi digital di kalangan pengusaha.

Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) meluncurkan dan gelar Workshop Blockchain untuk Pengusaha Muhammadiyah
Foto: ist
Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) meluncurkan dan gelar Workshop Blockchain untuk Pengusaha Muhammadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar lokakarya bertajuk "Workshop Blockchain untuk Pengusaha Muhammadiyah" pada Sabtu (31/1/2026). Bertempat di Graha Kinasih, Kaliurang, Yogyakarta, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kopdar Akbar SUMU 2026.

Lokakarya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pelaku usaha, yang juga kader Muhammadiyah, terhadap blockchain sebagai infrastruktur digital baru. Teknologi ini dinilai berpotensi besar dalam memperkuat transparansi, efisiensi, serta daya saing usaha di era ekonomi digital.

Baca Juga

Koordinator Nasional Serikat Blockchain Muhammadiyah, Jodhi Adhikaprana Sardjono, menjelaskan, lokakarya ini dirancang tidak hanya sebagai forum pengenalan teknologi, melainkan juga ruang literasi dan diskusi strategis yang kritis dan reflektif. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pemanfaatan teknologi dapat dipahami secara komprehensif dan kontekstual.

“Blockchain adalah teknologi yang netral. Yang menentukan manfaat atau mudharatnya adalah desain penggunaan dan tata kelolanya. Workshop ini menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman yang utuh, terutama dari perspektif pengusaha Muhammadiyah,” ujar Jodhi, seperti dikutip Republika dari keterangan tertulis pada Ahad (1/2/2026).

Workshop ini juga menghadirkan Ir. Noor Akhmad Setiawan, Ph.D. Associate Professor Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga sekaligus Advisory Asosiasi Blockchain Syariah Indonesia (ABSI). Kehadirannya memberikan penguatan dari sisi akademik dan keilmuan, khususnya terkait integrasi teknologi dan nilai-nilai syariah.

Dalam pemaparannya, Noor Akhmad mengulas integrasi teknis blockchain serta perspektif syariah dalam pemanfaatannya di sektor usaha dan organisasi. Ia menekankan, blockchain dapat berfungsi sebagai instrumen penguatan tata kelola apabila diterapkan secara kontekstual dan bertanggung jawab.

“Dalam konteks Muhammadiyah, teknologi ini (blockchain) berpotensi mendukung pengelolaan usaha, aset, dan layanan sosial secara lebih akuntabel,” jelasnya.

Diskusi dalam workshop mencakup berbagai topik strategis, mulai dari peluang integrasi blockchain dalam usaha dan amal usaha Muhammadiyah (AUM), prinsip dan perspektif syariah, hingga potensi implementasi konkret di sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial. Para peserta juga diajak untuk melihat blockchain tidak semata sebagai tren, melainkan sebagai alat strategis yang perlu dikaji secara matang.

Melalui kegiatan ini, SUMU berharap dapat mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pengusaha Muhammadiyah sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Pemanfaatan teknologi blockchain diharapkan dapat dikembangkan secara produktif, etis, dan selaras dengan nilai Islam berkemajuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement