Jumat 23 Jan 2026 08:56 WIB

Efisiensi Anggaran Haji: Biaya Konsumsi Turun, Gramasi Makanan Naik

Kemenhaj memastikan penurunan biaya konsumsi haji tidak mengurangi kualitas.

Petugas katering menunjukkan aneka kemasan paket makanan jamaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/5/2025). Makanan untuk jamaah calon haji Indonesia akan dikemas dalam empat warna yang membedakan peruntukan dan masa konsumsinya yakni warna oranye untuk makanan selamat datang atau jalan, warna hijau untuk makanan pagi, warna biru untuk makan siang dan warna merah untuk makan malam.
Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Petugas katering menunjukkan aneka kemasan paket makanan jamaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/5/2025). Makanan untuk jamaah calon haji Indonesia akan dikemas dalam empat warna yang membedakan peruntukan dan masa konsumsinya yakni warna oranye untuk makanan selamat datang atau jalan, warna hijau untuk makanan pagi, warna biru untuk makan siang dan warna merah untuk makan malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah memastikan penurunan biaya konsumsi calon jamaah haji tidak berdampak pada kualitas makanan, meskipun terjadi penyesuaian gramasi pada sejumlah komponen menu.

"Biaya konsumsi memang mengalami penurunan harga dari 40 riyal menjadi 36 riyal per porsi. Tapi gramasi mengalami kenaikan," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga

Dahnil menjelaskan kenaikan gramasi pada porsi nasi yang sebelumnya berkisar 150 gram kini meningkat menjadi sekitar 170 gram, termasuk penyesuaian pada lauk pauk yang menyertainya. Menurut Dahnil, konsumsi merupakan salah satu komponen layanan yang proses pengadaannya dilakukan pada tahap akhir sebelum akomodasi.

Dari skema konsumsi tersebut, kementerian berhasil melakukan efisiensi anggaran lebih dari Rp 123 miliar dari total biaya yang seharusnya dialokasikan.

"Di luar penyesuaian harga, kami berhasil melakukan efisiensi lebih dari Rp 123 miliar dari total anggaran konsumsi. Tantangan kami adalah memastikan implementasinya sesuai di lapangan, sehingga kami mohon dukungan dan pengawasan dari para pengawas," ujar Dahnil.

photo
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kanan) bersama Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi (kedua kanan) menyicipi makanan siap saji (RTE) untuk jamaah haji usai Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447H/2026M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Menteri Haji dan Umrah menyatakan tahun ini ada penambahan dua embarkasi di Banten dan Jogja, pelunasan haji reguler mencapai 95,42 persen, proses pemeriksaan istithaah kesehatan lebih diperketat, dan kebutuhan bumbu dapur buat Haji sekitar 600 ton. - (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement