Selasa 20 Jan 2026 13:12 WIB

Semua Pengurus NU yang Terlibat Korupsi Kuota Haji Diminta untuk Dipecat

KPK sudah memanggil petinggi NU sebagai saksi korupsi kuota haji.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: A.Syalaby Ichsan
Kantor Pusat PBNU (ilustrasi)
Foto: mobile.seruu.com
Kantor Pusat PBNU (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Forum Bahtsul Masail kiai Jawa Barat dan DKI Jakarta mendorong pemberhentian semua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) yang terlibat atau berpotensi terlibat dalam korupsi kuota haji. Pemberhentian tersebut guna menjaga nama baik NU. 

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan di Pondok Pesantren Kempek Cirebon baru-baru ini. Bahtsul Masail berisi para kiai muda di antaranya; KH Muhammad Shofi, KH Ahmad Ashif Shofiyullah, KH Nanang Umar Faruq, KH Ghufron, KH Abdul Muiz Syaerozi, KH Jamaluddin Muhammad, KH Ahmad Baiquni, KH Mukti Ali, KH Muchlis, KH Asnawi Ridwan, KH Roland Gunawan, Ustadz Muhammad Sirojuddin, KH Khozinatul Asror. 

Baca Juga

Pengasuh Pondok Pesantren Kempek, KH. Muhammad Shofi Siraj menyebut ada nama- nama pengurus NU yang mengguncang marwah NU dengan kasus korupsinya. Ia menduga masih ada nama-nama pengurus NU lain yang akan mengguncang karena kasus hukumnya. 

"Ke depan, boleh jadi akan banyak dari para tokoh pengurus NU—baik PBNU, PWNU, PCNU, atau Banom NU—yang akan dipanggil lagi sebagai saksi oleh KPK dalam kasus korupsi kuota haji," kata Kiai Shofi dalam keterangannya pada Selasa (20/1/2026).

Kiai Shofi menduga para tokoh NU yang berstatus saksi itu bisa saja naik ke tahap tersangka "Mungkin, para tokoh saksi itu ada yang bisa naik kelas menjadi tersangka dan ada yang hanya cukup sebagai saksi saja,"ujar dia. 

photo
Ketua Bidang Ekonomi PBNU Aizzudin Abdurrahman alias Gus Aiz berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (13/1/2026). KPK memeriksa Aizzudin dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah Haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024 yang melibatkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. - (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement