Rabu 14 Jan 2026 19:08 WIB

Intelijen Iran Bergerak, Pimpinan Perusuh Ditangkap, AS-Israel Terlibat

Para perusuh membakar masjid, memblokir jalan ton dan membunuh milisi Basij.

Warga Iran berjalan di samping papan reklame bertuliskan Iran Tanah Air Kami di Lapangan Enqelab di Teheran, Iran, 13 Januari 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga Iran berjalan di samping papan reklame bertuliskan Iran Tanah Air Kami di Lapangan Enqelab di Teheran, Iran, 13 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan sejumlah pemimpin kunci penyulut kerusuhan di sejumlah kota baru-baru ini. Aparat pemerintah pun terus melanjutkan di Teheran.

Kementerian tersebut memberikan penghargaan akan kerja sama warga dalam membantu mengidentifikasi dan menahan tersangka yang terlibat dalam aksi kekerasan dan perusakan di ibu kota.

Baca Juga

Kerusuhan yang berawal dari aksi protes damai mengenai kondisi ekonomi, membakar sejumlah tempat umum dan masjid di tujuh wilayah utama Teheran. Menurut kementerian terkait, para perusuh membakar dua masjid, memblokir jalan tol penting, dan membunuh dua anggota milisi Basij.

photo
Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas dalam protes pada hari Ahad, di tengah gejolak anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, 11 Januari 2026. - (IRIB via REUTERS )

Kepala Kepolisian Nasional Iran mengonfirmasi, sebanyak 297 perusuh yang bertanggung jawab atas kerusakan properti publik telah diidentifikasi dan ditangkap. Dalam beberapa hari terakhir, operasi tersebut juga mengakibatkan tewasnya dua pelaku dan luka-luka pada 17 orang lainnya, disertai penyitaan senjata, bahan peledak, dan material lainnya dari tempat persembunyian mereka, dilansir dari Al Mayadeen.

Kementerian Intelijen Iran menyatakan, para perusuh menargetkan warga sipil maupun personel keamanan menggunakan berbagai senjata, termasuk senjata api, pisau, kapak, dan alat berburu. Penegak hukum telah membuka 20 kasus yang menghubungkan para tahanan dengan kelompok teroris yang berafiliasi dengan rezim Israel.

Pejabat keamanan menekankan bahwa kekerasan tersebut melampaui aksi protes dan merupakan bagian dari upaya terkoordinasi untuk menggoyang stabilitas negara. Individu bersenjata yang terlibat dalam kerusuhan Teheran dituduh menerima dukungan logistik dan finansial dari dinas intelijen asing.

photo
Para pengunjuk rasa berdemonstrasi di Teheran, Iran, Sabtu (10/1/2026). Protes nasional dimulai pada akhir Desember di Pasar Besar Teheran sebagai tanggapan terhadap memburuknya kondisi ekonomi. - (ZUMA Press Wire via Reuters)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement