Jumat 09 Jan 2026 17:42 WIB

Israel Rutin Bunuh Anak-Anak Usai Gencatan Senjata, Dunia Diam

Di utara Gaza, seorang gadis berusia 11 tahun wafat akibat serangan drone.

Warga Palestina membawa jenazah seseorang yang tewas akibat tembakan Israel, sebelum pemakamannya di Rumah Sakit Shifa, di Kota Gaza, Sabtu, 20 Desember 2025.
Foto: AP Photo/Abdel Kareem Hana
Warga Palestina membawa jenazah seseorang yang tewas akibat tembakan Israel, sebelum pemakamannya di Rumah Sakit Shifa, di Kota Gaza, Sabtu, 20 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Badan Pertahanan Sipil Gaza menyatakan, serangan Israel di wilayah Palestina pada Kamis (8/1/2026) membunuh sedikitnya 13 orang termasuk lima anak-anak, meskipun gencatan senjata telah menghentikan sebagian besar pertempuran.

Empat orang, termasuk tiga anak-anak, syahid ketika sebuah drone yang dioperasikan Israel menghantam tenda yang menampung pengungsi di Gaza selatan, kata juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal kepada AFP.

Baca Juga

Di utara Gaza, seorang gadis berusia 11 tahun wafat di dekat kamp pengungsi Jabalia dan serangan terhadap sebuah sekolah membunuh satu orang. Sementara itu, sebuah drone Israel di dekat Khan Yunis di selatan membunuh seorang pria, kata Badan pertahanan sipil Gaza, dikutip dari laman Hurriyet Daily News, Jumat (9/1/2026)

Dua warga Gaza lainnya, termasuk seorang anak, wafat dalam serangan lain, lapor badan tersebut, yang beroperasi di bawah Otoritas Gaza.

Pada Kamis malam, empat orang lagi gugur oleh serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah di daerah timur Kota Gaza. Bassal menambahkan, pekerjaan penyelamatan untuk mencari beberapa orang yang hilang telah dimulai.

"Jumlah korban wafat telah meningkat menjadi 13 akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak pagi ini, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata,"kata dia.

photo
Keluarga Dana Marouf (11 tahun) berduka di samping jenazahnya di dalam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, 6 Januari 2026. Dana terbunuh bersama Ahmad Al-Qudra setelah tenda mereka menjadi sasaran tentara Israel pada 5 Januari 2026, sebelah barat Khan Younis. - ( EPA/HAITHAM IMAD)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement