Jumat 09 Jan 2026 14:47 WIB

Tanfidziyah dan Syuriyah Segera Rapat Gabungan, Kapan Muktamar ke-35 PBNU akan Digelar?

Hasil keputusan forum diharapkan dapat membuat konflik PBNU berakhir.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Para peserta rapat konsultasi Syuriah PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
Foto: ist
Para peserta rapat konsultasi Syuriah PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera melakukan rapat gabungan antara Pengurus Tanfidiziyah dan Syuriah untuk membahas proses menuju Muktamar ke-35 NU. Hal ini disampaikan Sekjen PBNU yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU, Amin Said Husni. 

"Insya Allah dalam waktu dekat (rapat gabungan)," ujar Amin saat dikonfirmasi Republika, Kamis (8/1/2026). 

Baca Juga

Sampai saat ini, Amin belum bisa menyampaikan kapan dan di mana Muktamar NU akan dilaksanakan. Saat dihubungi terpisah, Ketua PBNU bidang Pendidikan dan Hukum, Prof Moch Mukri juga belum bisa memberikan kepastian pelaksanaan Muktamar NU pasca konflik. 

"Kapan dan di mana (Muktamar) belum ditentukan. Nanti di Munas Kombes akan dibicarakan dan diputuskan," ucap Mukri. 

Ia menjelaskan, PBNU akan terlebih dahulu menggelar rapat gabungan untuk menentukan pelaksanaan Munas/Kombes. Meski demikian, ia juga belum bisa memastikan kapan rapat gabungan itu akan digelar. "Hari dan tanggalnya belum diputuskan, tapi insyaAllah dalam waktu dekat," kata dia. 

"Insya Allah nanti kalau sudah ada kepastian kapan diselenggarakan rapat gabungan saya kabari," ucap dia.

photo
KH Yahya Cholil Staquf memeluk Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar usai pertemuan dalam Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025). - (Tangkapan layar)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement