Rabu 07 Jan 2026 19:35 WIB

Pascabanjir, Kemenag Pastikan Kegiatan Belajar Madrasah di Sumbar Berjalan Baik

Kemenag terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam.

Warga menyelamatkan bagian bangunan Taman Pendidikan Al-Quran di kawasan Masjid Jamaatul Yaqin Banda Cino, Talao Mundam, Nagari Katapiang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (4/1/2026). Masyarakat setempat bergotong-royong menyelamatkan bagian bangunan dan isinya yang masih bisa dimanfaatkam setelah bangunan itu ambruk ke sungai Batang Anai pascabanjir bandang susulan pada Sabtu (3/1/2026).
Foto: ANTARA FOTO
Warga menyelamatkan bagian bangunan Taman Pendidikan Al-Quran di kawasan Masjid Jamaatul Yaqin Banda Cino, Talao Mundam, Nagari Katapiang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (4/1/2026). Masyarakat setempat bergotong-royong menyelamatkan bagian bangunan dan isinya yang masih bisa dimanfaatkam setelah bangunan itu ambruk ke sungai Batang Anai pascabanjir bandang susulan pada Sabtu (3/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah terdampak banjir di Sumatera Barat tetap berjalan dengan baik pasca bencana. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno saat meninjau langsung kondisi madrasah terdampak di Kabupaten Agam.

Amien mengunjungi MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah yang mengalami dampak cukup berat akibat banjir. Bahkan, MTs Selasar Air dilaporkan hanyut dan tidak menyisakan bangunan. Saat ini, proses KBM di madrasah tersebut sementara dilaksanakan di area masjid setempat.

Baca Juga

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menegaskan, keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam.

“Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” ujar Amien Suyitno dalam siaran persnya, Selasa (6/1/2026).

Kemenag telah menyalurkan bantuan penanganan dampak bencana banjir pendidikan sebesar Rp 6,4 miliar untuk 64 madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) di Sumatera Barat. Setiap lembaga menerima bantuan Rp 100 juta yang digunakan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.

photo
Kepala Balitbang Diklat Kemenag Amien Suyitno. - (ANTARA/HO-Kemenag)

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement