Jumat 02 Jan 2026 23:41 WIB

Haji 2026, Dapur Haji Makkah-Madinah Gunakan Produk Pangan Indonesia

Mulai dari makanan siap saji hingga bumbu pasta Nusantara disiapkan untuk jamaah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Pekerja mengecek makanan sebelum didistribusikan kepada jamaah di Perusahaan Katering Ahla Zad Company di Mekkah, Arab Saudi,  Ahad  (4/6/2023). Sebanyak 54 perusahaan katering dikontrak untuk menyediakan konsumsi dengan menu khas nusantara bagi jamaah Indonesia yang melakukan ibadah haji di Mekkah.
Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Pekerja mengecek makanan sebelum didistribusikan kepada jamaah di Perusahaan Katering Ahla Zad Company di Mekkah, Arab Saudi, Ahad (4/6/2023). Sebanyak 54 perusahaan katering dikontrak untuk menyediakan konsumsi dengan menu khas nusantara bagi jamaah Indonesia yang melakukan ibadah haji di Mekkah.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Pemerintah Indonesia terus berupaya menghadirkan layanan haji yang semakin nyaman bagi jamaah, salah satunya melalui penyediaan konsumsi dengan cita rasa Nusantara di Tanah Suci. Pada musim haji 2026 mendatang, produk Ready to Eat (RTE) dan bumbu pasta asal Indonesia dipastikan menjadi bagian dari sajian dapur haji bagi jamaah Indonesia di Makkah dan Madinah.

Kesiapan tersebut mengemuka dalam pertemuan Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bersama para importir Arab Saudi. Pertemuan ini membahas implementasi dan pemanfaatan produk RTE serta bumbu pasta Indonesia sebagai bagian dari layanan konsumsi jamaah haji Indonesia.

Baca Juga

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi menegaskan kebijakan ini tidak semata menyangkut pasokan makanan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan jamaah.

“Layanan yang prima dimulai dari pemahaman atas kebutuhan jamaah. Konsumsi yang sesuai selera dan standar mutu menjadi salah satu faktor penting agar jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman,” ujar Jaenal dalam keterangan persnya, Selasa (30/12/2025).

Ia menambahkan, makanan yang cocok dan berkualitas akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Di sisi lain, kebijakan ini juga membuka peluang besar bagi UMKM dan produsen pangan di Tanah Air untuk terlibat langsung dalam ekosistem ekonomi haji.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid, menekankan pentingnya kepastian implementasi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama profesional antara dapur katering, importir Arab Saudi, dan supplier Indonesia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement