Sabtu 27 Dec 2025 04:14 WIB

Soal Pertemuan di Lirboyo, Gus Ipul: Awalnya Gegeran, Akhirnya Ger-geran

Di Lirboyo, Rais 'Aam dan Gus Yahya sepakat akan selenggarakan muktamar bersama.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Hasanul Rizqa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama dan pejabat nasional turut hadir dalam rapat tersebut. Rapat Pleno PBNU menjadi forum strategis yang akan menetapkan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU pascapemberhentian KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) oleh Syuriah PBNU.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama dan pejabat nasional turut hadir dalam rapat tersebut. Rapat Pleno PBNU menjadi forum strategis yang akan menetapkan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU pascapemberhentian KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) oleh Syuriah PBNU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025) mempertemukan antara dua kubu yang berseberangan. Baik kubu Rais 'Aam KH Miftachul Akhyar maupun kubu KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) selanjutnya menyepakati, Muktamar ke-35 NU akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya.

Tokoh PBNU Saifullah Yusuf atau yang akran disapa Gus Ipul menanggapi pertemuan yang cukup bersejarah itu. Menteri Sosial (Mensos) RI itu menegaskan, NU memiliki mekanisme tersendiri dalam menyelesaikan persoalan internal, yakni melalui jalur silaturahim dengan alim ulama.

Baca Juga

“Jadi, NU itu punya cara untuk menyelesaikan masalah. Makanya, dari awal kan saya bilang, udah kita serahkan saja pada ulama, nanti akan ada solusi yang kadang-kadang tidak kita duga,” ujar Gus Ipul yang ditemui Republika di sela-sela acara "Satu NU Satu Bangsa: Doa untuk Negeri" di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat, pada Jumat (26/12/2025) malam.

Menurutnya, para ulama NU akan mengambil keputusan melalui proses yang matang, mulai dari musyawarah hingga istikharah. Karena itu, seluruh warga Nahdliyin diminta untuk bersikap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan hasil sebelum ada keputusan resmi.

“Jadi, kita ikut aja. Istikharah (yang dilakukan para ulama sepuh -Red) sudah, musyawarah sudah. Nanti kita lihat bagaimana hasilnya,” katanya.

“Jadi saya ingin warga NU tetap tenang. Pengurus-pengurus NU tetap tenang. Ikuti aja perkembangan-perkembangan yang ada, yang official,” katanya menambahkan.

Gus Ipul menilai, perbedaan pandangan yang sempat terjadi di internal PBNU merupakan hal yang wajar dan bahkan sudah sering terjadi. Menurutnya, dinamika tersebut justru menunjukkan kedewasaan organisasi dalam menyikapi perbedaan.

“Apa yang disampaikan oleh Gus Ipang (Irfan Wahid). Ini dalam rangka untuk memberi informasi-informasi yang benar, yang terang bahwa di NU itu perbedaan pendapat biasa yang pada akhirnya nanti akan menemukan solusi. Awalnya gegeran, akhirnya ger-geran,” katanya.

Saat ditanya mengenai keputusan resmi terkait struktur atau sikap organisasi NU pascapertemuan Lirboyo, Gus Ipul menyatakan seluruh proses masih berjalan dan belum bisa disampaikan ke publik. “Ya tunggu saja. Tidak bisa disampaikan sekarang. Masih berproses semuanya,” tukas dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Berita Lainnya

Rekomendasi