Rabu 24 Dec 2025 14:43 WIB

Staf Khusus Menag Hibur Jemaat Stasi Yohanes Rasul Arcamanik di Momentum Natal

Kebersamaan lintas iman adalah kekuatan besar.

Staf Khusus Menag Gugun Gumilar bersama Jemaat Stasi Yonanes Rasul Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/12/2025).
Foto: Kemenag
Staf Khusus Menag Gugun Gumilar bersama Jemaat Stasi Yonanes Rasul Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gugun Gumilar, Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia bidang Kerukunan, Pelayanan dan Pengawasan Keagamaan, serta Kerja Sama Luar Negeri, hadir menghibur Jemaat Stasi Yohanes Rasul Arcamanik dalam rangkaian perayaan Natal yang berlangsung hangat, penuh suka cita, dan sarat kebersamaan, Rabu (24/12/2025).

Kehadiran ini menjadi peneguhan semangat persaudaraan pasca dinamika konflik rumah ibadah yang sempat terjadi, sekaligus wujud kehadiran negara dalam merawat kerukunan umat beragama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubag Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Barat Ali, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Jawa Barat Rini, serta Plt Kepala Kemenag Kota Bandung, bersama para tokoh jemaat dan masyarakat setempat.

Perayaan Natal Jemaat Stasi Yohanes Rasul Arcamanik berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, melibatkan umat lintas usia. Kebersamaan tampak melalui berbagai kegiatan persiapan Natal, termasuk latihan paduan suara dan interaksi akrab antara anak-anak, jemaat, serta para tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Gugun Gumilar turut membawakan lagu “We Shall Overcome” bersama anak-anak sebagai bagian dari persiapan perayaan Natal. Lagu ini menjadi simbol harapan, keteguhan, dan semangat untuk bangkit serta melangkah bersama dalam keberagaman.

“Natal adalah momentum untuk merayakan keberagaman dengan penuh suka cita, empati, dan persaudaraan. Semasa kuliah di Amerika Serikat, saya sering mengikuti berbagai kegiatan bersama teman-teman Nasrani. Dari situ saya belajar, kebersamaan lintas iman adalah kekuatan besar untuk saling memahami dan merawat perdamaian. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal untuk saling menguatkan dan berjalan bersama,” ujar Gugun.

Kehadiran Staf Khusus Menag beserta jajaran Kementerian Agama tersebut menjadi bentuk nyata hiburan, pendampingan, serta berbagi cinta kasih dan kebahagiaan kepada jemaat.

Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi