Jumat 19 Dec 2025 18:19 WIB

Saat Pernyataan Wakil Presiden AS tentang Antisemitisme Picu Kekhawatiran Israel, Ada Apa?

Kritik terhadap kebijakan Israel dinilai bukan antisemitisme.

Wakil Presiden AS JD Vance (kiri) bersama Presiden Israel Isaac Herzog usai pertemuan di kediaman presiden, di Yerusalem, Rabu, 22 Oktober 2025.
Foto: AP Photo/Leo Correa, Pool
Wakil Presiden AS JD Vance (kiri) bersama Presiden Israel Isaac Herzog usai pertemuan di kediaman presiden, di Yerusalem, Rabu, 22 Oktober 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Komentar Wakil Presiden AS JD Vance telah menimbulkan kekhawatiran di Tel Aviv dan memicu pertanyaan apakah perbedaan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump dapat semakin melebar.

JD Vance menulis dalam sebuah posting di platform X bahwa “Ada perbedaan antara tidak menyukai Israel, atau tidak setuju dengan kebijakan tertentu Israel, dan antisemitisme.”

Baca Juga

Pernyataannya memicu pertanyaan di Tel Aviv tentang arah kebijakan AS dan apakah kepentingan Israel dan Amerika Serikat dapat bertabrakan di masa depan.

Anna Barsky, koresponden politik surat kabar Maariv, dikutip Aljazeera, Jumat (19/12/2025), membahas isu ini dalam wawancara di Radio Tzafon 104.5FM.

Dia mengatakan pesan tersebut mengkhawatirkan bagi Tel Aviv. “Ini adalah tanda peringatan besar bagi Israel. Vance menulis bahwa tidak menyukai Israel atau mengkritiknya tidak boleh dikaitkan dengan antisemitisme. Ini bukan sekadar komentar sepele. Ketika pernyataan ini datang dari Wakil Presiden AS, mereka harus diambil serius,” katanya.

Barsky juga merujuk pada pandangan umum di Israel, terutama di kalangan sayap kanan, tentang pemerintahan Trump.

“Ada anggapan bahwa pemerintahan itu sepenuhnya pro-Israel, hingga memenuhi impian sayap kanan,” katanya, menambahkan bahwa kini ada tanda-tanda bahwa pendekatan ini mungkin mulai berubah.

photo
Wakil Presiden AS JD Vance (kiri) bersama Presiden Israel Isaac Herzog usai pertemuan di kediaman presiden, di Yerusalem, Rabu, 22 Oktober 2025. - ( AP Photo/Leo Correa, Pool)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement