REPUBLIKA.CO.ID,ISTANBUL — Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Sabtu (13/12/2025), setidaknya ada sepuluh warga di Jalur Gaza telah wafat dalam 24 jam terakhir akibat sakit lantaran hujan lebat.
Sementara itu, ribuan keluarga Palestina yang mengungsi berlindung di tenda-tenda dengan sedikit perlindungan dari kondisi musim dingin yang keras.
Pimpinan WHO tersebut memperingatkan di media sosial bahwa kombinasi paparan cuaca, air dan sanitasi yang tidak memadai, dan kondisi akibat tempat tinggal yang padat, kemungkinan akan menyebabkan lonjakan infeksi pernapasan akut, termasuk influenza, serta hepatitis dan penyakit diare.
In #Gaza, at least 10 people have reportedly died in the past 24 hours due to the heavy rains.
Thousands of families are sheltering in tents with scant protection from the harsh winter. Combined with poor water and sanitation, a surge in acute respiratory infections, such as… pic.twitter.com/CVK8RZWDVV
— Tedros Adhanom Ghebreyesus (@DrTedros) December 13, 2025
Ia mengatakan, WHO terus menghadapi hambatan dalam mengirimkan reagen laboratorium dan peralatan diagnostik ke Gaza. Dia mencatat, banyak pasokan telah ditolak masuk setelah diklasifikasi sebagai barang penggunaan ganda.
Tedros menyerukan agar bahan-bahan penting tersebut segera masuk. Tedros mengatakan bahan-bahan tersebut sangat penting untuk deteksi, respons, dan pengobatan tepat waktu bagi orang-orang yang menghadapi wabah penyakit di wilayah tersebut.




