Kamis 27 Feb 2025 08:14 WIB

Tunjuk Komandan Hingga Incar Mata-Mata Israel, Hamas Bersiap Lanjutkan Perang

Sikap Israel dinilai terus melakukan sabotase dalam gencatan senjata.

Sandera Israel mencium kening pejuang Hamas saat dibebaskan
Foto: Tangkapan Layar
Sandera Israel mencium kening pejuang Hamas saat dibebaskan

REPUBLIKA.CO.ID, HAMAS — Gerakan perjuangan Palestina, Hamas, sedang bersiap untuk melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza karena sikap Israel yang terus melakukan sabotase dalam negosiasi gencatan senjata, menurut laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (26/2/2025).

WSJ yang mengutip sejumlah pejabat dari negara-negara Arab secara anonim mengungkapkan bahwa Hamas sedang menyusun kembali kekuatan militernya untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran di Gaza.

Baca Juga

Selain itu, sayap bersenjata organisasi tersebut telah menunjuk komandan baru dan mulai menyusun rencana untuk kemungkinan penempatan pasukannya, kata para pejabat itu.

Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan berupaya mengambil kendali Koridor Netzarim, yang membagi Gaza menjadi utara dan selatan. Sebagai bagian dari persiapan pertempuran, Hamas sedang mempersiapkan tim khusus untuk melacak mata-mata Israel yang terdapat di Gaza.

Para pejabat itu mengemukakan bahwa Hamas telah mulai memulihkan terowongan di Gaza dan mengajari anggota barunya cara menggunakan senjata dalam perang gerilya melawan angkatan bersenjata Israel.

Sebagaimana diwartakan, Israel menerima enam sandera dari Hamas pada Sabtu (22/2) tetapi menolak melepaskan lebih dari 600 tahanan Palestina yang dijadwalkan untuk ditukar.

Kantor pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan "menunda" pembebasan tahanan Palestina sampai Hamas menjamin pembebasan sandera Israel berikutnya "tanpa melalui upacara yang memalukan".

Gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak 19 Januari sebagai bagian dari kesepakatan antara Israel dan gerakan Palestina Hamas untuk membebaskan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.

Penjamin perjanjian tersebut adalah Qatar, Mesir dan Amerika Serikat, yang telah mendirikan pusat koordinasi di Kairo. Kesepakatan ini adalah gencatan senjata kedua selama konflik berlangsung. Tahap pertama selesai pada November 2023 dan hanya berlangsung selama enam hari.

photo
Poin Kesepakatan Gencatan Senjata - (Republika)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement