Ahad 28 Apr 2024 15:07 WIB

Innalillahi ... KH Zubair Muntashor, Cicit Syaikhona Cholil Bangkalan, Wafat

KH Zubair Muntashor wafat pada Ahad (28/4/2024).

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
KH Zubair Muntashor. KH Zubair Muntashor wafat pada Ahad (28/4/2024)
Foto: Dok Istimewa
KH Zubair Muntashor. KH Zubair Muntashor wafat pada Ahad (28/4/2024)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun...Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Zubair Muntashor wafat pada Ahad (28/4/2024) sekira pukul 10.00 WIB. Kabar ini disampaikan kiai asal Madura sekaligus Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Jakarta, Abdul Muiz Ali. 

"Kita berdoa, semoga Allah SWT merahmati Kiai Zubair Muntashor, diterima khidmah dan amal ibadahnya serta Allah maafkan segala khilafnya," ujar Kiai Muiz kepada Republika.co.id Ahad (28/4/2024).

Baca Juga

Ketika mendengar kabar tentang wafatnya Kiai Zubair, Kiai Muiz pun teringat dawuh (nasihat) Al-Maghfulah Kiai Nawawi bin Abd Djalil Sidogiri ketika wafatnya Kiai Abdul Alim bin Abd Djalil. Begini dawuhnya:

قال الشيخ الاديب الكياهي نووي بن عبد الجليل وقتَ وفاة أخيه العلامة عبد العليم بن عبد الجليل سيداقري (من مات يوم الأحد مات بكلمة التوحيد وأرجو ان أموت يوم الأحد) حقق الله رجائه. توفي يوم الاحد هو يحب علم الكلام فيكتب مأمن من الضلال على ثلاثة أجزاء رحمة الله عليه رحمة واسعة ورحمة الابرار. امين.

Artinya: "Telah berkata Syekh Al Adib Kiai Nawawi bin Abdil Jalil saat wafatnya Sang Kakak Al Allamah Kiai Abdul Alim bin Abdil Jalil Sidogiri: “Siapa saja yang matinya hari Ahad, maka dia mati dalam keadaan membawa kalimah Tauhid (La Ilaha Illallah). Dan Saya Berharap kelak mati di Hari Ahad." Dan Kiai Nawawi wafat di hari Ahad. Beliau memang sangat menyukai disiplin ilmu Kalam, bahkan menulis sebuah kitab tiga jilid: Ma’man Minad Dlalal. (Tempat Aman dari Kesesatan)."

Kiai Muiz mengungkapkan, almarhum Kiai Zubair Muntashor merupakan alumni pondok Pesantren Sidogiri pada zaman Kiai Cholil Nawawi. Putra-putranya juga banyak yang mondok di Sidogiri.

"Keluarga kami banyak yang belajar di pondok pesantren Nurul Cholil. Alhamdulillah beberapa kali saya punya kesempatan sowan kepada Al-Maghfulah Kiai Zubair," kata Kiai Muiz. 

Dia pun berharap, para santri Pesantren Nurul Cholil, termasuk anaknya bisa mendapatkan berkah dari para masyayikh di Bangkalan, mulai dari Kiai Cholil Bangkalan hingga cicitnya. 

"Kita juga berharap, semoga anak-anak kita menjadi anak yang sholih-sholihah, mendapatkan barokah masyayikh Bangkalan, khususnya Syaikhona Cholil Bangkalan dan Al-Maghfulah Kiai Zubair Muntashor. Amin," jelas Kiai Muiz. 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement