Kamis 22 Feb 2024 10:00 WIB

Mahkamah Agung Ungkap Capaian dan Prestasi Sepanjang 2023

Beban perkara Mahkamah Agung pada tahun lalu ialah sebanyak 27.512 perkara.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Erdy Nasrul
Gedung Mahkamah Agung
Foto: M.Syakir/dok.Republika
Gedung Mahkamah Agung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin mengklaim kinerja penanganan perkara sepanjang tahun 2023 berhasil melampaui target. Syarifuddin bahkan menyatakan kepemimpinannya sukses membawa MA mencapai kinerja tertinggi sepanjang sejarah. 

Hal tersebut dikatakan Syarifuddin dalam Laporan Tahunan MA Tahun 2023 pada Selasa (20/2/2024). 

Baca Juga

"Kinerja penanganan perkara pada Mahkamah Agung tahun 2023 telah jauh melampaui target yang ditetapkan dan ini merupakan capaian kinerja tertinggi yang pernah dicapai sepanjang berdirinya Mahkamah Agung," kata Syarifuddin dalam kegiatan itu. 

Syarifuddin merujuk data hasil penanganan perkara sepanjang tahun 2023. Beban perkara MA pada tahun lalu ialah sebanyak 27.512 perkara, dengan rincian perkara masuk sebanyak 7.252 perkara plus dengan sisa perkara tahun 2022 sebanyak 260 perkara.

"Mahkamah Agung berhasil memutus perkara di tahun 2023 sebanyak 27.365 perkara atau sebesar 99,47%," ucap Syarifuddin. 

Dengan demikian, sisa perkara tahun 2023 di MA tinggal 147 perkara saja. 

"Jumlah sisa perkara tersebut adalah rekor terendah yang pernah dicapai dalam perjalanan sejarah Mahkamah Agung," lanjut Syarifuddin.

Tercatat, MA bisa menuntaskan minutasi sebanyak 28.422 perkara sepanjang 2023. Dari jumlah itu, sebanyak 27.060 perkara atau sebesar 98,89 persen dituntaskan dalam waktu tak sampai tiga bulan.

Selain itu, MA dapat merealisasikan 97,33 persen dari anggaran total pagu tahun 2023 sebesar Rp11,911 triliun. 

"Dari total pagu anggaran tersebut, realisasi anggaran Mahkamah Agung pada tahun 2023 adalah sebesar Rp11,594 triliun atau 97,33 persen," ucap Syarifuddin. 

Laporan Tahunan (Laptah) Mahkamah Agung merupakan agenda tahunan MA yang dilaksanakan di setiap awal tahun. Kegiatan ini bertujuan menyampaikan capaian kinerja yang telah dilakukan oleh MA selama setahun sebelumnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, para Ketua Kamar Mahkaamh Agung, Hakim Agung, Hakim Adhoc, Ketua Mahkamah Agung Malaysia, Ketua Mahkamah Agung Singapura, Ketua Mahkamah Agung Kuwait, Wakil Ketua Mahkamah Agung Qatar, Delegasi Sudan, Delegasi Australia, Delegasi China, dan Delegasi Rusia. Turut hadir pula para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Kepolisian RI, para duta besar negara sahabat, para purnabakti pimpinan Mahkamah Agung, para Ketua Pengadilan Tingkat Banding, para Ketua Pengadilan Tingkat Pertama. 

Bagi Syarifuddin, Laptah kali ini merupakan Laptah terakhir, karena masa jabatannya akan berakhir pada bulan November 2024 mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement