Selasa 20 Feb 2024 11:52 WIB

Menlu RI Bahas Perkembangan Afghanistan di Doha

Pertemuan di Doha melibatkan negara yang selama ini aktif dalam isu Afghanistan.

FILE- Anak-anak Afghanistan membawa bantuan sumbangan ke tenda mereka, sementara mereka ketakutan dan menangis akibat badai pasir yang dahsyat, setelah gempa bumi di distrik Zenda Jan.
Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi, File
FILE- Anak-anak Afghanistan membawa bantuan sumbangan ke tenda mereka, sementara mereka ketakutan dan menangis akibat badai pasir yang dahsyat, setelah gempa bumi di distrik Zenda Jan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menghadiri pertemuan di Doha yang diinisiasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres, untuk membahas perkembangan situasi di Afghanistan. "Saat ini saya berada di Doha menghadiri undangan Sekjen PBB untuk membahas perkembangan di Afghanistan," kata Menlu Retno dalam konferensi pers di Doha pada Senin (19/2/2024), menurut keterangan Kemlu RI, Selasa (20/2/2024).

Retno menyebutkan, pada 16 Maret 2023, Dewan Keamanan (DK) PBB telah mengadopsi Resolusi 2679 tahun 2023 yang meminta Sekjen PBB untuk mempersiapkan penilaian independen mengenai Afghanistan untuk disampaikan ke DK PBB tidak lebih dari 17 November 2023. Penilaian tersebut telah selesai dilakukan dan disampaikan ke DK PBB pada 9 November tahun lalu.

Baca Juga

Menurut Retno, laporan atau penilaian itu secara garis besar menyampaikan mengenai situasi terkini di Afghanistan, prioritas upaya utama yang dapat dilakukan, dan rekomendasi, termasuk cara untuk meningkatkan keterlibatan (engagement), serta cara untuk dapat membantu rakyat Afghanistan. Pertemuan di Doha tersebut melibatkan negara-negara yang selama ini aktif dalam isu Afghanistan, termasuk Indonesia.

"Dari ASEAN hanya Indonesia. Dari Asia terdapat beberapa negara lain seperti China, Jepang, India, Pakistan dan juga negara-negara yang berbatasan dengan Afghanistan," kata Menlu Retno. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut dari penilaian yang telah dilakukan oleh PBB, dan Indonesia menyampaikan beberapa hal.

Di antaranya, tentang sambutan baik Indonesia terhadap laporan Sekjen PBB mengenai situasi di Afghanistan Indonesia juga mencatat laporan mengenai situasi hak-hak perempuan Afghanistan yang disiapkan oleh badan PBB untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, UN Women, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), kata Menlu Retno.

Selain itu, lanjut Retno, Indonesia juga mencatat respons yang diberikan oleh Taliban atau De Facto Authority (DFA) terhadap dua laporan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak di Afghanistan secara terus menerus meski saat ini belum saatnya melakukan pengakuan terhadap DFA.

"Hal terakhir yang saya sampaikan adalah mengenai pentingnya terus memberikan perhatian untuk membantu masyarakat Afghanistan," ujar Retno.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement