Rabu 14 Feb 2024 06:11 WIB

Masjid Istanbul Tidak Hanya untuk Wisata Religi

Turki membangun pusat kebugaran di masjid.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Turis dan penduduk setempat melihat air mancur bercahaya berlatar Sultan Ahmed atau Masjid Biru era Ottoman di Istanbul, Turki, Selasa, (8/8/ 2023).
Foto: AP Photo/Khalil Hamra
Turis dan penduduk setempat melihat air mancur bercahaya berlatar Sultan Ahmed atau Masjid Biru era Ottoman di Istanbul, Turki, Selasa, (8/8/ 2023).

REPUBLIKA.CO.ID,ANKARA — Pemerintah Turki meluncurkan proyek pusat kebugaran di masjid-masjid di Istanbul. Sehingga fungsi masjid saat ini, bukan sekedar menjadi tempat ibadah, ,tempat Majlis taklim, terapi juga telah disediakan alat-alat fitnes untuk mendukung kesehatan umai Islam.

Seorang pengunjung masjid, Servet Arici (66 tahun), mengatakan setelah selesai sholat ashar dia segera bergabung dengan instruktur olahraganya. Selama 15 menit mereka mengikuti gerakan instruktur, melakukan lebih banyak latihan dibandingkan yang mereka lakukan selama bertahun-tahun.

Baca Juga

“Manusia itu ibarat kendaraan. Sama seperti kita membutuhkan perawatan kendaraan, ketika kita berolahraga, organ tubuh kita akan menjadi lebih baik,” jelas pengunjung masjid, Servet Arıcı, Dilansir dari Daily Sabah, Rabu (14/2/2024).

Seperti yang lainnya, pria berusia 66 tahun ini telah melakukan senam hariannya sejak Januari, ketika sebuah proyek kebugaran diluncurkan di 11 masjid di distrik Bagcılar di Istanbul, salah satu kota besar yang paling padat penduduknya.

Di sebelah kanannya, veteran kelompok tersebut, Huseyin Kaya (75), mengatakan sangat senang bisa membuat tubuhnya selalu bergerak dengan berolahraga. ”Itu membuat perbedaan," kata mantan sopir taksi berjanggut, dahinya berkerut dengan kerutan di bawah topi tengkorak hitamnya.

Instruktur, Fatih Yamanoglu, mengatakan rutinitas sehari-hari sudah cukup untuk menghindari cedera di masa depan dan membuat hidup lebih mudah. “Antara 25 dan 35 jamaah mengerjakan fleksibilitas mereka setiap hari setelah salat siang dan sore, “ kata Yamanoglu.

Di negara yang jumlah penduduk berusia di atas 65, meningkat hampir dua kali lipat dalam 25 tahun menjadi lebih dari 10 persen, menawarkan sesi latihan di masjid. Ini mungkin ide yang bagus menurut Direktur Departemen Fisioterapi dan Rehabilitasi di Universitas Galata Istanbul, Serap Inal, 

"Namun, saya akan menyarankan untuk membawa mereka keluar dan berolahraga di udara segar," katanya.

Imam, Bulent Cınar, senang masjidnya sekarang lebih dari sekadar tempat ibadah, tetapi mampu menarik umat yang sadar kebugaran dari masjid-masjid tetangga.

Dia mengatakan dia juga siap untuk memiliki "instruktur wanita" latihan utama di ruang sholat wanita, mendesak inisiatif untuk diperpanjang di 90 ribu masjid di Turki.

"Setelah kami melakukan latihan ini, kualitas doa mereka meningkat," kata imam.

"Mereka bergerak lebih mudah. Mereka diremajakan.” Sambungnya.

sumber : Daily Sabah

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement