Kamis 25 Jan 2024 23:45 WIB

Penjelasan Ulama Turki Ini Ungkap Allah SWT akan Tepati Janji-Janji-Nya

Allah SWT mahamenepati janji-Nya kepada segenap makhluk.

Rep: Muhyiddin, Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Amal baik karena Allah SWT (ilustrasi). Allah SWT mahamenepati janji-Nya kepada segenap makhluk
Foto: republika
Amal baik karena Allah SWT (ilustrasi). Allah SWT mahamenepati janji-Nya kepada segenap makhluk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mujaddid asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi mengungkapkan bahwa mustahil Allah mengingkari janji yang sudah Dia tetapkan atas diri-Nya. Sebab, qudrah-Nya tak bercampur dengan aib dan cacat. Perbuatan-Nya tidak disertai oleh kelemahan dan ketidakberdayaan. 

Sebagaimana Allah SWT telah menciptakan dan menghidupkan taman kecil untukmu, kata Nursi, Dia mampu untuk menciptakan surga yang luas. Bahkan, Dia benar-benar telah melakukannya, lalu menjanjikannya untukmu.  

Baca Juga

"Oleh karena Dia telah berjanji, maka pasti akan menepatinya. Dia akan mengantarkanmu menuju surga tersebut," ujar Nursi dikutip dari bukunya yang berjudul "Iman Kunci Kesempurnaan" terbitan Risalah Press halaman 65.  

Menurut Nursi, selama pada setiap tahun kita melihat bagaimana Dia (Allah) mengumpulkan dan menebarkan lebih dari 300 ribu spesies tumbuhan dan hewan di muka bumi dengan sangat rapi dan terukur serta dengan sangat cepat dan mudah, maka sudah pasti Tuhan Yang Mahakuasa dan Mahaagung tersebut juga mampu mewujudkan janji-Nya.  

Nursi menuturkan, selama Tuhan Yang Mahakuasa mutlak pada setiap tahun menghadirkan ribuan model kebangkitan dan surga dalam bentuk yang beragam, selama Dia menginformasikan surga yang dijanjikan, dan menjanjikan kebahagiaan abadi pada semua perintah samawi-Nya, selama seluruh urusan-Nya benar, nyata, dan jujur, selama semua jejak-Nya menjadi saksi bahwa seluruh kesempurnaan adalah petunjuk bahwa Dia bersih dari segala cacat, maka Allah SWT akan melaksanakan janji-Nya.  

Baca juga: 5 Pilihan Doa Ini Bisa Jadi Munajat kepada Allah SWT Perlancar Rezeki

 

"Selama mengingkari janji, berdusta, dan sikap menangguhkan adalah sifat paling buruk di samping aib, maka sudah pasti Sang Mahakuasa yang Mahaagung, Sang Mahabijak yang Mahasempurna, Sang Maha Penyayang Yang Mahaindah akan melaksanakan janji-Nya. Dia akan membuka pintu-pintu kebahagiaan abadi dan memasukkan kalian wahai kaum beriman ke dalam surga, tanah air ayah kalian, Adam AS," jelas Nursi. 

Sebagai contoh, Allah ﷻ akan menghidupkan kembali orang yang telah mati pada hari kebangkitan dan hari pembalasan. 

Surat Yunus ayat 4 menerangkan bahwa di hari pembalasan, semua orang yang beriman dan bertakwa akan mendapatkan balasan. Sementara, semua orang yang kafir juga akan mendapat balasan yang pedih. 

لَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًاۗ وَعْدَ اللّٰهِ حَقًّاۗ اِنَّهٗ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ بِالْقِسْطِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢبِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ

“Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.” (QS Yunus ayat 4). 

photo
Infografis: Lima Nama Allah yang Berarti Adil - (Infografis Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement