Rabu 24 Jan 2024 21:44 WIB

Uni Eropa Didesak Lindungi Jurnalis di Gaza

Pembunuhan terhadap banyak jurnalis di Palestina tidak pernah terjadi sebelumnya.

Warga menaruh bunga mawar di atas sejumlah foto jurnalis Gaza, Palestina yang tewas saat bertugas pada aksi damai di Solo, Jawa Tengah, Ahad (17/12/2023). Aksi tersebut sebagai wujud solidaritas warga terhadap jurnalis yang tewas akibat serangan Israel di Gaza, Palestina, selain juga meminta para pemimpin dunia agar mendesak Israel menghentikan perang guna melindungi keselamatan warga sipil Palestina.
Foto: ANTARAFOTO/Maulana Surya
Warga menaruh bunga mawar di atas sejumlah foto jurnalis Gaza, Palestina yang tewas saat bertugas pada aksi damai di Solo, Jawa Tengah, Ahad (17/12/2023). Aksi tersebut sebagai wujud solidaritas warga terhadap jurnalis yang tewas akibat serangan Israel di Gaza, Palestina, selain juga meminta para pemimpin dunia agar mendesak Israel menghentikan perang guna melindungi keselamatan warga sipil Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang bermarkas di AS dan 17 mitra organisasi jurnalis mendesak Uni Eropa (UE) untuk menyerukan perlindungan jurnalis di tengah perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

"Pembunuhan terhadap banyak jurnalis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jangka waktu yang sangat singkat memiliki implikasi yang jelas dan mendalam terhadap kemampuan masyarakat, termasuk warga negara Uni Eropa, untuk mendapatkan informasi tentang konflik yang mempunyai implikasi lokal, regional dan global," demikian isi surat dari kelompok kebebasan pers kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Joseph Borrell, Rabu (24/1/2024).

Baca Juga

Sebanyak 119 jurnalis telah kehilangan nyawa mereka sejak konflik dimulai pada 7 Oktober. "Kami menulis surat ini untuk memohon kepada Anda agar bertindak segera dan tegas untuk mendukung kondisi pelaporan yang aman dan tidak terbatas mengenai permusuhan," lanjut surat tersebut.

Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 25.700 warga Palestina dan melukai 63.740 lainnya. Hampir 1.200 warga Israel diyakini telah tewas dalam serangan tersebut.

Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara lebih dari separuh infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement