Senin 22 Jan 2024 13:15 WIB

Masjid di Jerman Makin Sering Terima Surat Kebencian

Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah menyaksikan pertumbuhan islamofobia.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Orang-orang berjalan melewati Masjid  Pusat Cologne selama Hari Masjid Terbuka di Cologne, Jerman, Selasa (3/10/2023).
Foto: EPA-EFE/CHRISTOPHER NEUNDORF
Orang-orang berjalan melewati Masjid Pusat Cologne selama Hari Masjid Terbuka di Cologne, Jerman, Selasa (3/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Serikat pekerja Turki memperingatkan ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah surat ancaman yang dikirim ke masjid-masjid di Jerman. Masjid-masjid di Jerman semakin sering menerima surat kebencian sejak genosida Israel di Palestina pecah pada 7 Oktober 2023.

Menurut pernyataan dari unit diskriminasi Persatuan Islam Turki untuk Urusan Agama (DITIB) yang berbasis di kota utara Cologne, banyak surat dan email yang berisi penghinaan dan ancaman telah dikirim ke masjid-masjid di Jerman sejak Israel meluncurkan serangan udara tanpa henti di Jalur Gaza. Korban meninggal di Palestina mencapai 24 ribu orang lebih.

Baca Juga

Dilansir dari Daily Sabah, Senin (22/1/2024), Masjid Pusat Cologne sendiri telah menerima 17 email dan surat kebencian. Dan baru-baru ini, Masjid DITIB Selimiye di kota utara Dinslaken juga menjadi sasaran. Komunitas Muslim semakin dibuat khawatir karenananya.

Masjid di Jerman melaporkan peningkatan vandalisme, pelecehan, dan ancaman sepanjang tahun 2023, terutama surat dan paket yang ditandatangani dengan alias neo-Nazi NSU 2.0.

 

DITIB melaporkan insiden serupa pada akhir Oktober tahun lalu, di mana dikatakan tiga masjidnya menerima paket berisi pesan rasis, membakar halaman Quran, kitab suci Islam, daging babi dan kotoran. Sebelumnya, pada Juni 2023, sebuah masjid di pusat kota Duisburg juga menerima surat kebencian yang mengancam jemaat dan termasuk swastika dan kata NSU 2.0.

NSU 2.0 mengacu pada Nasional Sosialis Bawah Tanah, sebuah kelompok teroris neo-Nazi yang ditemukan pada 2011 yang membunuh 10 orang dan melakukan serangan bom yang menargetkan imigran Turki dan Muslim.

Menurut statistik resmi...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement