Kamis 11 Jan 2024 06:42 WIB

ILO: Tingkat Pengangguran Dunia Tahun Ini Akan Naik Sedikit

Pertumbuhan di seluruh dunia akan mengalami perlambatan.

Rep: Lintar Satria/ Red: Setyanavidita livicansera
Pekerja industri nikel mengendarai sepeda motor usai bekerja di kawasan PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (3/1/2024). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia turun menjadi 5,32 persen pada tahun 2023, sementara jumlah angkatan kerjanya 147,71 juta orang.
Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Pekerja industri nikel mengendarai sepeda motor usai bekerja di kawasan PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (3/1/2024). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia turun menjadi 5,32 persen pada tahun 2023, sementara jumlah angkatan kerjanya 147,71 juta orang.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Organisasi Tenaga Kerja Internasional (ILO) mengatakan tingkat pengangguran global tahun ini diperkirakan 5,2 persen. Jumlah ini merupakan sedikit kenaikan dari tahun lalu yang disebabkan hilangnya lapangan pekerjaan di perekonomian maju.

Dalam laporan Outlook Lapangan Kerja dan Sosial Dunia 2024, ILO memprediksi angka pengangguran tahun ini akan naik menjadi 5,2 persen dari 2023 yang sekitar 5,1 persen. "Kami memproyeksikan penurunan sedikit performa pasar tenaga kerja, sebagian karena pertumbuhan di seluruh dunia mengalami perlambatan," kata direktur departemen penelitian ILO Richard Samans, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga

Lembaga PBB itu mengatakan, setelah mengalami lonjakan pertumbuhan singkat ketika negara-negara pemulihan pandemi. Percepatan produktivitas tenaga kerja kembali mengalami perlambatan seperti yang terlihat dekade-dekade sebelumnya.

"Selama periode pertumbuhan produktivitas yang lambat, pendapatan riil yang dapat dibelanjakan dan upah riil sering kali rentan terhadap guncangan harga yang tiba-tiba," kata ILO dalam laporannya.

Laporan tersebut mengatakan negara-negara berpenghasilan menengah ke atas mengantisipasi sedikitnya peningkatan dalam lapangan kerja selama dua tahun ke depan. Tetapi peningkatan lapangan kerja di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah akan tetap kuat.

"Situasi ini terutama akan mengkhawatirkan di negara-negara berpenghasilan tinggi, di mana pertumbuhan lapangan kerja diperkirakan akan berubah menjadi negatif pada 2024 dan hanya sedikit perbaikan yang diantisipasi pada tahun 2025," kata ILO. 

sumber : reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement