Selasa 09 Jan 2024 10:53 WIB

Relawan MER-C di Gaza: Israel Kembali Menyerang Dekat Sekolah

Israel masih terus menggempur Gaza hingga dan kini sudah memasuki bulan keempat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Asap mengepul menyusul pemboman Israel di Jalur Gaza, terlihat dari Israel selatan, Senin, 8 Januari 2024.
Foto: AP Photo/Leo Correa
Asap mengepul menyusul pemboman Israel di Jalur Gaza, terlihat dari Israel selatan, Senin, 8 Januari 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Relawan MER-C yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq mengatakan, tentara zionis Israel kembali melancarkan serangan di depan sekolah tempat mereka mengungsi, di Khan Younis, Gaza Selatan. Serangan itu terjadi pada Senin (8/1/2024) pukul 18.21 waktu setempat atau sekitar pukul 23:21 WIB.

“Terjadi ledakan yang sangat besar Senin, 8 Januari 2024 di dekat sekolah tempat kami berada. Dan ini sangat dekat sekali dengan sekolahan tempat kami tinggal, hanya berjarak beberapa puluh meter saja atau bahkan beberapa belas meter saja karena persis di depan tempat kami berada,” ujar Fikri dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga

Dalam video yang ia kirimkan, terlihat asap sangat tebal setelah ledakan tersebut. Menurut Fikri, ledakannya terdengar sangat keras dari lokasi tempatnya mengungsi.

“Dan tadi ledakannya sangat kencang sekali, sampai menggetarkan tempat kami mengungsi dan warga yang sedang berkegiatan mereka langsung masuk ke sekolah tempat kami berada,” ucap Fikri.

 

Israel masih terus menggempur Gaza hingga dan kini sudah memasuki bulan keempat.

Perang ini telah menyebabkan sedikitnya 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza mengungsi, menurut angka PBB.

Pasukan Israel juga pada November lalu melakukan pengepungan serta serangan ke RS Indonesia di Bait Lahiya, Gaza Utara, selama berhari-hari. Mereka memerintahkan pengosongan Rumah Sakit yang memaksa tiga relawan MER-C, 550 pasien yang masih dirawat, bersama 200 pekerja medis dan setidaknya 1.500 warga Palestina yang mencari perlindungan harus mengungsi ke Gaza Selatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement