Rabu 13 Dec 2023 14:45 WIB

Arab Saudi Lanjutkan Seruannya untuk Gencatan Senjata di Gaza

Arab Saudi menegaskan terjadi pelanggaran HAM serius di Palestina.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Palestina-Arab Saudi
Palestina-Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan bahwa Arab Saudi akan melanjutkan seruannya untuk segera melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza yang terkepung.

“Kami akan memastikan jalur yang aman bagi bantuan kemanusiaan yang cukup untuk memasuki Gaza, membebaskan semua sandera sipil, dan menempatkan kami pada jalur perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” kata dia dilansir dari laman Saudi Gazette pada Rabu (13/12/2023).

Baca Juga

Pangeran Faisal menyampaikan hal tersebut saat berpidato pada pertemuan situasi hak asasi manusia di Palestina dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia di markas besar Komisi Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) di Jenewa pada Selasa (12/12/2023). Pertemuan dua hari ini menandai peringatan 75 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Pangeran Faisal, yang juga ketua Komite Menteri yang ditugaskan oleh KTT Luar Biasa Bersama Arab-Islam untuk melakukan inisiatif global guna mengakhiri agresi Israel di Gaza. Anggota komite menteri juga menghadiri pertemuan tersebut.

Dia mengatakan, peringatan 75 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia bertepatan dengan situasi HAM yang menyedihkan di wilayah pendudukan Palestina. 

“Komunitas internasional harus percaya akan pentingnya menghormati dan memajukan hak asasi manusia melalui kerja sama multilateral, dan pada saat damai dan perang, sebagaimana Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahannya mengatur jalannya perang untuk membatasi kerusakan dan melindungi warga sipil, membentuk inti dari hukum humaniter internasional,” paparnya.

Pangeran Faisal menekankan bahwa situasi di Palestina menunjukkan kepada semua orang adanya pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional dan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa. Dia menyatakan kecaman Kerajaan Arab Saudi atas kekejaman yang dilakukan Israel, yang melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia.  

“Kenyataan pahit di Jalur Gaza akan mempengaruhi keamanan internasional dan kredibilitas badan-badan PBB dengan memungkinkan pelaksanaan hukum internasional secara selektif,” kata dia sambil mengulangi penolakan Kerajaan Saudi atas berlanjutnya penderitaan ini.

Pangeran Faisal berjanji mendukung posisi Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB dan menyerukan Israel untuk menjamin kebutuhan dasar penduduk Gaza. Ia menekankan pentingnya memberikan warga Palestina hak atas kehidupan yang bermartabat, hak atas keamanan, hak atas tempat tinggal yang layak, hak atas kebutuhan dasar, dan yang terpenting, hak untuk menentukan nasib sendiri.

Sumber:

https://saudigazette.com.sa/article/638631/SAUDI-ARABIA/Prince-Faisal-Saudi-Arabia-will-continue-its-call-for-immediate-ceasefire-in-Gaza

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement