Senin 04 Dec 2023 22:00 WIB

Muslim AS Luncurkan Kampanye Anti-Biden Jelang Pemilu 2024

Upaya Biden dukung Israel mengakibatkan Muslim AS enggan mendukungnya.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Foto: AP Photo/Stephanie Scarbrough
Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Muslim Amerika Serikat meluncurkan kampanye yang menentang upaya Presiden Joe Biden untuk terpilih kembali dalam pemilu 2024 karena dukungannya terhadap Israel dalam perang melawan kelompok Palestina, Hamas.

Sekelompok pemimpin Muslim dari Michigan, Minnesota, Arizona, Wisconsin, Florida, Georgia, Nevada, dan Pennsylvania berkumpul selama akhir pekan di Dearborn, Michigan, untuk melancarkan kampanye itu. Kampanye tersebut bertujuan mendorong para pemilih untuk menarik dukungan mereka terhadap Biden karena "keengganannya" menyerukan gencatan senjata dan melindungi orang-orang yang tidak bersalah di Palestina dan Israel," menurut pernyataan kelompok tersebut.

Baca Juga

Menurut situs media Axios, kemarahan Arab-Amerika dan Muslim-Amerika dapat merusak peluang Biden untuk terpilih kembali di sebagian besar negara bagian yang masih belum menentukan pilihan pada 2024 yang ia menangi pada 2020.

Kelompok tersebut menekankan bahwa para pemimpin masyarakat Muslim dapat berkolaborasi untuk memastikan kekalahan Biden di negara bagian-negara bagian tersebut.

Jaylani Hussein, salah satu penyelenggara, mengatakan kampanye #AbandonBiden akan fokus pada media sosial untuk saat ini.

Hussein mengakui adanya potensi untuk jika tidak mendukung Biden dan dampaknya terhadap masyarakat di tahun-tahun mendatang.

“Kami menyadari bahwa dalam empat tahun ke depan, keputusan kami mungkin akan membuat kami berada dalam masa yang lebih sulit. Namun kami yakin ini akan memberi kami kesempatan untuk melakukan kalibrasi ulang, dan Partai Demokrat harus mempertimbangkan apakah mereka menginginkan suara kami atau tidak," katanya.

Axios menyoroti pentingnya pemilih Muslim-Arab di negara-negara bagian tersebut, menunjukkan bahwa bahkan sebagian kecil pemilih Muslim yang bergabung dengan blok anti-Biden dapat menyulitkan situasi Partai Demokrat di beberapa negara bagian utama berdasarkan hasil pemilihan presiden tahun 2020.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement