Jumat 01 Dec 2023 18:44 WIB

Jumlah Pengungsi Palestina di Gaza Bertambah Jadi 1,8 Juta Orang

WHO memperingatkan lebih banyak warga Gaza yang kemungkinan wafat karena penyakit.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Pengungsi Palestina menyiapkan roti menggunakan kayu bakar akibat kekurangan gas di kamp pengungsi Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, 17 November 2023. Lebih dari 11.000 warga Palestina dan setidaknya 1.200 warga Israel tewas, menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Israel.
Foto: EPA-EFE/HAITHAM IMAD
Pengungsi Palestina menyiapkan roti menggunakan kayu bakar akibat kekurangan gas di kamp pengungsi Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, 17 November 2023. Lebih dari 11.000 warga Palestina dan setidaknya 1.200 warga Israel tewas, menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan jumlah pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang terkepung telah meningkat menjadi 1,8 juta orang atau sekitar 80 persen dari populasi wilayah kantong tersebut.

Menurut data OCHA, sekitar 1,1 juta pengungsi telah terdaftar di 156 lembaga UNRWA di seluruh Gaza. Dengan jumlah 946 ribu di antaranya atau sekitar 86 persen tinggal di 99 tempat penampungan UNRWA di bagian selatan Jalur Gaza.

Baca Juga

"Sebanyak 191 ribu pengungsi Palestina lainnya ditampung di 124 sekolah umum, rumah sakit, gedung pernikahan, kantor dan pusat sosial, dan sisanya tinggal bersama keluarga angkat," kata OCHA dalam pernyataannya, dilansir Middle East Monitor, Jumat (12/1/2023).

Adapun jumlah pengungsi di Gaza, tidak ada perkiraan akurat mengenai hal tersebut. Ini karena banyak dari mereka tinggal bersama kerabatnya, sementara yang lain kembali ke rumah mereka selama gencatan senjata.

 

Namun, mereka tetap terdaftar secara resmi di tempat penampungan UNRWA dan beberapa organisasi lainnya. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus juga memberikan pernyataan terkait jumlah warga Gaza yang meninggal dunia.

Dia telah memperingatkan lebih banyak warga Gaza yang kemungkinan meninggal karena penyakit akibat runtuhnya sistem layanan kesehatan dan memburuknya kondisi kehidupan di Jalur Gaza dibandingkan mereka yang tidak.

Menurutnya, saat ini tercatat ada 111 ribu kasus penyakit pernafasan akut, 75 ribu kasus diare, 24 ribu kasus ruam kulit, dan 12 ribu kasus kudis telah tercatat di Gaza. Kini, menyusul berakhirnya kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Hamas pada Jumat pagi, militer Israel melancarkan puluhan serangan udara ke Jalur Gaza pada Jumat (1/12/2023).

Radio Angkatan Darat Israel melaporkan pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan puluhan serangan ke Gaza hanya beberapa menit setelah berakhirnya kesepakatan gencatan senjata pada pukul 07.00 waktu setempat.

Menurut seorang koresponden Al Arabiya, daerah dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis dan sebuah rumah di Kota Gaza menjadi target dari serangan jet tempur Israel.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement