Senin 13 Nov 2023 10:01 WIB

Akan Bertemu Biden, Jokowi Sampaikan Pesan Khusus Presiden Palestina

Jokowi juga akan menyampaikan hasil resolusi dari KTT Luar Biasa OKI di Riyadh.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam kunjungan bilateralnya pada Senin (12/11/2023).  (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Biro pers kepresiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam kunjungan bilateralnya pada Senin (12/11/2023). (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam kunjungan bilateralnya pada Senin (12/11/2023). Dalam pertemuannya dengan Biden, Jokowi akan menyampaikan pesan khusus dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

“Saya juga akan menyampaikan pesan dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang meminta saya secara khusus untuk menyampaikannya kepada Presiden Biden,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di Washington DC, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (12/11/2023).

Baca Juga

Selain itu, kepada Presiden Biden, Jokowi juga akan menyampaikan hasil resolusi dari KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi. Jokowi mengatakan, resolusi KTT OKI tersebut berisi pesan yang sangat kuat untuk dunia terkait kondisi Palestina saat ini.

“Alhamdulillah KTT OKI menghasilkan resolusi yang berisi pesan yang sangat kuat untuk dunia. Dan pesan inilah yang akan saya sampaikan kepada Presiden Biden esok hari, di mana ini adalah suara dari 57 negara atau sekitar sepertiga suara negara di dunia,” ungkap dia.

Dalam KTT OKI tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa dunia saat ini seolah tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina. Karena itu, Jokowi mengajak seluruh negara anggota OKI untuk bersatu dan berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.

Jokowi juga menegaskan bahwa gencatan senjata harus segera dilakukan. Selain itu, bantuan kemanusiaan juga harus dipercepat dan diperbanyak, serta perundingan damai harus segera dimulai. Jokowi menegaskan bahwa fasilitas publik dan kegiatan kemanusiaan tidak boleh menjadi sasaran serangan.

Israel pun harus bertanggung jawab atas kekejaman serangan yang dilakukan terhadap masyarakat Palestina. “Israel harus bertanggung jawab atas kekejaman yang telah dilakukan,” kata Jokowi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement