Ahad 12 Nov 2023 22:23 WIB

Bupati Sidoarjo Ajak Santri Jihad Lawan Kebodohan

santri lebih sadar dalam beragama, bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.

Ilustrasi Santri
Foto: Thoudy Badai_Republika
Ilustrasi Santri

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengajak para santri terus berkontribusi dalam hal yang positif untuk agama, negeri, dan bangsa, salah satunya dengan cara jihad melawan kebodohan.

 

Baca Juga

"Melalui tema Hari Santri Tahun 2023, yaitu Jihad Santri Jayakan Negeri menjadikan para santri dan kita semua untuk berjuang membangun bangsa, serta bergerak melawan kebodohan, ketidakadilan, kemiskinan, dan semua bentuk ketidaksetaraan. Mari bersama-sama menjayakan negeri membawa perubahan positif yang berkelanjutan," katanya saat membuka acara Carnaval Santri Nusantara di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo, Ahad (12/11/2023).

 

 

Gus Muhdlor sapaan akrab bupati Sidoarjo mengatakan santri lebih sadar dalam beragama, bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.

 

"Peran santri ini sangatlah penting, apalagi Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah santri yang banyak saya yakin dengan kontribusinya maka Kabupaten Sidoarjo dapat mewujudkan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur (sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya)," katanya.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo Zainal Abidin mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah kepada santri yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

 

"Saat ini, melalui hari santri tahun 2023 peran Pemerintah sangatlah penting dalam mendukung para santri di Kabupaten Sidoarjo, kami (santri) akan terus bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk pembangunan Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik," katanya.

 

Acara puncak Hari Santri Tahun 2023 yang diadakan oleh PCNU Kabupaten Sidoarjo ini, dikemas "Carnaval Santri Nusantara Javin On The Road". Kontingen karnaval terdiri dari perwakilan majelis cabang NU yang tersebar di 18 Kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.

 

Dalam acara tersebut, seluruh kontingen pawai dengan jalan kaki menggunakan busana muslim nuansa putih untuk santriwati, sedangkan untuk santri menggunakan baju koko putih dan sarung.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement