Jumat 03 Nov 2023 17:19 WIB

Investor Milenial Diharapkan Semakin Masif Lakukan Wakaf Saham

Wakaf saham pilihan alternatif bagi investor muda untuk berbagi dan menebar manfaat.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Pengunjung mengamati data saham melalui aplikasi IDX Mobile di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati data saham melalui aplikasi IDX Mobile di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar modal kini mulai digemari kalangan milenial, beragam kemudahan dan keuntungan yang menggiurkan menjadi daya minat bagi milenial untuk menggarap pasar modal. Maka, bukan rahasia lagi jika kalangan milenial mulai menekuni pasar modal.

Dengan unsur penerbitan instrumen sukuk wakaf, yakni Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), merupakan sarana bagi milenial untuk berwakaf dengan mudah. CWLS ini cukup berhasil untuk menggerakkan aset wakaf lebih produktif, salah satunya RS Mata Achmad Wardi sebagai Rumah Sakit Mata pertama yang dibangun dan dikembangkan berbasis wakaf.

Baca Juga

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Rahmad Riyadi mengatakan, wakaf saham diharapkan semakin masif dilakukan oleh para investor milenial agar portofolio saham wakaf semakin tumbuh dan memiliki posisi tawar yang baik dalam dinamika capital market.

“Wakaf masyarakat umum bisa mengaksesnya, berbeda dengan zakat yang hanya diperuntukan sesuai dengan asnaf. Wakaf uang melalui Dompet Dhuafa dapat mendorong pembangunan fasilitas umum seperti rumah sakit, pesantren green tahfidz Lido dan lain sebagainya," kata Rahmad saat Talkshow Milenial Berwakaf Dalam Pasar Modal: Cerdas Spiritual, Cerdas Financial yang bertempat di Ruang Seminar Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/11/2023)

 

Rahmad mengatakan cash wakaf ini sebagian untuk sektor riil, memang seharusnya portofolio harus masuk sektor riil. Contoh beberapa negara sudah menerapkan hal ini seperti di Singapura, Malaysia, Bangladesh dan Turki yang sudah diterapkan dari abad 15.

Bukan hal yang tidak mungkin dilakukan Dompet Dhuafa dalam upaya membuat wakaf saham menjadi kebiasaan di kalangan para investor. Tentu upaya ini akan memperbesar porsi kepemilikan atau ownership atau share holders di perusahaan terbuka. Sehingga deviden dari saham-saham ini akan menjadi sumber dana sosial produktif yang diperlakukan sebagai surplus wakaf dan digunakan pemberdayaan masyarakat yang tidak mampu atau mawkufalaih.

"Program wakaf saham juga terdapat di perusahaan sekuritas seperti Phillip Sekuritas. Hal tersebut melihat peluang besar dari potensi pasar modal syariah mengalami peningkatan ditambah potensi wakaf saham. Serta para milenial dapat melihat wakaf saham memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian syariah di Indonesia," ujar Rahmad.

Rahmad menambahkan, tidak hanya itu, wakaf saham dapat menjadi pilihan alternatif bagi para investor muda ataupun milenial untuk berbagi dan menebar manfaat yang lebih luas dan berkepanjangan. Mekanisme dari wakaf saham ini, yaitu para investor melakukan transaksi wakaf saham dengan perusahaan sekuritas. Lalu perusahaan sekuritas kemudian mentransfer saham ke rekening efek nadzir untuk dikelola. Sedangkan saham yang boleh diwakafkan untuk wakaf saham ini adalah saham syariah.

"Saham syariah (yang akan diwakafkan) disetor atau diserahkan ke lembaga pengelola investasi. Sedangkan, keuntungan yang berasal dari pengelolaan saham syariah oleh pengelola investasi akan disetor ke lembaga pengelola wakaf," ujar Rahmad.

Dompet Dhuafa bersama Sekuritas akan gencar mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya dan manfaat dari wakaf saham.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement