Selasa 24 Oct 2023 20:07 WIB

Gedung Putih Hapus Foto Biden Saat Menyapa Pasukan AS di Israel

AS menyatakan saat ini tidak ada rencana menempatkan tentara Amerika di Israel.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Presiden AS Joe Biden (kiri) mengamati saat pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023.
Foto: EPA-EFE/MIRIAM ALSTER
Presiden AS Joe Biden (kiri) mengamati saat pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih menghapus foto di media sosial yang memperlihatkan Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan operator khusus Amerika di Israel selama kunjungannya baru-baru ini.

Anggota militer yang ada dalam foto bersama Biden tidak mengenakan lencana atau lambang apa pun yang mengidentifikasi unit mereka. Tetapi, dilansir Albawaba, Selasa (24/10/2023), penampilan dan perlengkapan taktis mereka merupakan ciri khas pasukan operasi khusus AS.

Baca Juga

Departemen Pertahanan biasanya tidak menampilkan gambar seluruh wajah operasi khusus AS kepada publik. Dalam kebanyakan kasus, militer AS menyamarkan wajah tentara operasi khusus.

Judul foto yang dibagikan Gedung Putih di Instagram berbunyi, "Di Israel, Presiden Biden bertemu dengan petugas pertolongan pertama untuk mengucapkan terima kasih atas keberanian dan upaya yang mereka lakukan dalam menanggapi serangan teroris Hamas."

Segera setelah mengunggah gambar tersebut, Gedung Putih menghapusnya, yang diikuti oleh sejumlah unggahan di media sosial yang mengecam Biden karena mengkompromikan wajah para pasukan tersebut ketika mereka berada di Israel.

Pihak berwenang AS sering menyatakan saat ini tidak ada rencana untuk menempatkan tentara Amerika di Israel. Namun Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah menginstruksikan Komando Operasi Khusus Gabungan, Komando Operasi Khusus Amerika Serikat, dan Komando Pusat AS untuk membantu Israel dalam merencanakan tindakan penyelamatan sandera yang disandera oleh Hamas sejak operasi 7 Oktober.

Dalam laporan Task & Purpose, sebuah situs berita militer, disebutkan tentang pernyataan juru bicara Pentagon Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder soal apakah ada pasukan operasi khusus AS yang saat ini dikerahkan ke Israel.

Dia mengaku tidak punya informasi spesifik apa pun yang bisa dia berikan. "Jika pertanyaan Anda adalah 'Apakah kita memiliki pasukan operasi khusus yang melakukan operasi langsung di lapangan?', maka sekali lagi, Anda pernah mendengarnya bahwa kami mengatakan tidak akan mengerahkan pasukan di lapangan. Kami memberikan dukungan perencanaan dan intelijen kepada Israel sehubungan dengan pemulihan sandera. Sejauh itulah yang dapat saya berikan saat ini," kata Ryder.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement