Selasa 24 Oct 2023 14:02 WIB

Kemenag Jelaskan Konsep Masjid Ramah Lingkungan di Berlin

Kemenag akan kembangkan pemberdayaan masjid.

Ilustrasi meramaikan masjid.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ilustrasi meramaikan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan mengenai konsep Masjid Ramah Lingkungan yang tengah dikembangkan di Indonesia untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dalam forum International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) di Berlin, Jerman.

"Tokoh agama di Indonesia mencoba mengelaborasi teks-teks agama yang mendukung pola hidup bersih dan sehat, termasuk di rumah ibadah," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/10/2023).

Baca Juga

PaRD adalah organisasi kemitraan internasional yang terdiri dari 165 anggota dari 40 negara. PaRD fokus pada penguatan peran agama untuk pencapaian SDGs. 

Keanggotaannya berasal dari perwakilan pemerintah (umumnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), organisasi multilateral, dan LSM, serta organisasi berbasis keagamaan. Saat ini tergabung delapan wakil pemerintah yakni Jerman, UK, Kanada, Denmark, Finlandia, Norwegia, USA, dan Indonesia. 

Dari perwakilan organisasi multilateral, antara lain African Union, KAICIID, ECOSOCC, dan sebagainya. Adapun LSM dan ormas keagamaan, seperti Islamic Relief Worldwide, United Sikh, World Council of Churches, dan lainnya.

Menurut Kamaruddin, masjid di Indonesia tengah dikembangkan bukan hanya tempat sumber ajaran keagamaan tetapi juga soal isu kesadaran lingkungan.

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag Adib mengatakan Kemenag dalam beberapa tahun terakhir telah mengembangkan program nasional Masjid Ramah.

Menurut Adib, pihaknya sedang mendorong masjid-masjid semakin ramah, mulai dari ramah anak, ramah difabel, dan termasuk ramah lingkungan.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement