Kamis 28 Sep 2023 18:44 WIB

Muhadjir Minta Modernisasi Museum Gajah Pakai Standar Internasional

Revitalisasi harus bisa direct connection system antara museum dengan pihak damkar.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau lokasi kebakaran Museum Gajah, Jakarta Pusat.
Foto: Republika.co.id
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau lokasi kebakaran Museum Gajah, Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau Museum Nasional Indonesia usai mengalami kebakaran. Insiden di Museum Gajah, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, terjadi pada Sabtu (16/9/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kebakaran tersebut mengakibatkan 817 koleksi yang sedang dipamerkan di enam ruangan menjadi terdampak. Muhadjir mengatakan, ratusan koleksi bersejarah tersebut kini sedang diidentifikasi dan dibersihkan untuk dilakukan tahapan penanganan konservasi awal.

Meski begitu, Muhadjir bersyukur masih terdapat banyak koleksi yang utuh meskipun terkena dampak dari kebakaran itu. "Ada 817 koleksi yang terdampak, kerusakannya masih dikaji dan dipelajari, mulai dari yang rusak berat hingga yang terdampak ringan," ucap Muhadjir dalam siaran di Jakarta dikutip Kamis (28/9/2023).

Muhadjir mengungkap, saat ia berkunjung beberapa waktu lalu, masih terdapat garis polisi yang mengitari lokasi kebakaran. Sehingga, ia tidak dapat melihat langsung ruangan dan benda yang terdampak.

Hanya saja, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk menata ulang museum tersebut. "Kita upayakan ada revitalisasi, pelestarian, hingga penjagaannya akan disesuaikan dengan standar masa kini dan internasional," kata Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir juga menyarankan dalam upaya revitalisasi itu harus diupayakan untuk membuat direct connection system antara museum dengan pihak pemadam kebakaran. Hal itu dilakukan agar ketika terjadi kebakaran di museum tidak perlu melakukan panggilan telepon dengan meminta bantuan terlebih dahulu.

Dengan begitu, petugas dapat langsung bergerak cepat mengatasi titik api. Menurut Muhadjir, upaya revitalisasi seperti itu perlu dilakukan sebagai bagian dari modernisasi sebagaimana standar internasional yang banyak diterapkan oleh museum di negara maju.

Mengingat museum merupakan bangunan yang vital dan harus dilindungi keberadaannya. "Perlu ada modernisasi terkait cara dan alat-alat pencegahan terjadinya peristiwa kebakaran seperti ini dan (kejadian) yang lainnya," ujar Muhadjir.

Sementara, kata dia, penyebab kebakaran masih dalam proses penyidikan oleh kepolisian dengan menghadirkan saksi dan sejumlah rekaman CCTV yang ada di dalam gedung. Dalam kunjungannya, Muhadjir didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Ahmad Mahendra sejumlah pengelola museum.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement