Senin 28 Aug 2023 18:23 WIB

31 Pejabat NII Insyaf, Ridwan Kamil: Jangan Kaget Kalau Al Zaytun Punya Belasan Triliun

Pola NII di Al Zaytun adalah pengumpulan dana.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil
Penyimpangan Ajaran Panji Gumilang di Al Zaytun (ilustrasi).
Foto: Dok Republika
Penyimpangan Ajaran Panji Gumilang di Al Zaytun (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin upacara ikrar janji setia 31 pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) yang insyaf dan ingin kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Menurut Ridwan Kamil, kemarin sekitar 31 orang pejabat struktural NII yang sudah insyaf melakukan komitmen kembali setia pada NKRI. Dilakukan upacara, kemudian mereka memberikan testimoni apa adanya. 

Baca Juga

"Memang NII masih nyata. Versi mereka, polanya pengumpulan dana. Makanya jangan kaget kalau Al-Zaytun punya anggaran sampai belasan triliun, aset dimana-mana," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Senin (28/8/2023).

Emil mengatakan, pejabat NII yang insyaf tersebut mengaku menyesal dan mereka akan mengajak struktur lain untuk melakukan hal yang sama. 

"Setelah saya posting dengan nomor yang tertera, ada sekitar 15 orang yang mengontak menyatakan ingin kembali ke NKRI dan minta perlindungan. Sukarela enggak ada paksaan. Saya tidak bisa buka identitasnya karena mereka akan mengalami banyak permasalahan sosial," paparnya.

Jadi, menurut Emil, pihaknya memonitor saja secara khusus melalui BIN, BNPT dan Kesbangpol. 

"Masih banyak versi mereka. Markasnya di situ (Al Zaytun) Panji Gumilang yang memerintahkan pengumpulan dana," katanya.

Saat ditanya alasan pejabat NII tersebut insyaf kembali ke NKRI, Emil menjelaskan, mereka instaf setelah mengetahui itu tidak sebaik mereka bayangkan. 

"Panji dituntut tiga perkara, selain pelecehan agama, korupsi dan pencucian uang," katanya.

Emil pun mengimbau pada semua masyarakat agar melawan semua yang memberikan narasi tawaran, godaan, mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi lain-lain. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement