Senin 28 Aug 2023 15:38 WIB

Kiai Azaim Bicara tentang Harta dan Utang

Kiai Azaim menjelaskan melunasi utang akan mengakibatkan berkah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
KHR Achmad Azaim Ibrahimy
Foto: Pesantren Salafiyah Syafiiyah
KHR Achmad Azaim Ibrahimy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy mengatakan, salah satu ujian terberat manusia adalah mengelola harta, khususnya terkait dengan utang piutang. 

"Salah satu ujian terberat adalah mengelola harta, terutama terkait utang piutang. Ini mencakup siapapun saja," ujar Kiai Azaim dikutip dari salah satu ceramahnya yang ditayangkan di kanal resmi Ponpes Sukorejo, S3TV, Senin (28/8/2023). 

Baca Juga

Kiai Azaim mengatakan, ada sebuah hadits yang menyatakan tentang pentingnya melunasi utang. Dalam sebuah yang dimaksud Kiai Azaim tersebut, Nabi SAW bersabda, 

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا، أَدَّاهَا اللهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيدُ إِتْلَافَهَا، أَتْلَفَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلّ

Artinya: "Siapa saja yang mengambil harta orang lain (berutang) seraya bermaksud untuk membayarnya, maka Allah akan (memudahkan) melunasinya bagi orang tersebut. Dan siapa saja yang mengambilnya seraya bermaksud merusaknya (tidak melunasinya), maka Allah akan merusak orang tersebut,” (HR Ibnu Majah).

Menurut Kiai Azaim, hadits tersebut menyebutkan pentingnya orang melunasi utangnya. Jika orang itu berniat sungguh-sungguh untuk membayarnya, maka Allah akan memudahkannya. 

"Ini perhatikan, ada orang punya utang. Dia berkewajiban melunasinya. Ketika niatnya sungguh-sungguh, Allah mudahkan orang itu melunasi utangnya. Tetapi ketika dia tidak sungguh-sungguh dalam niatnya, hati-hati ada akibat buruk bagi dia, kelurganya, harta bendanya," jelas Kiai Azaim. 

Menurut Kiai Azaim, seseorang tidak boleh berutang dengan niat yang buruk sejak awal. Misalnya, orang yang minjam itu berharap orang yang dpinjami lupa akan hutangnya.  

"Mudah-mudahan dia itu lupa sama utangnya, nah ini kan gak jujur sudah. Punya maksud lain," kata cucu Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement