Rabu 09 Aug 2023 22:52 WIB

Kiai Ate: Pemberhentian Saya dari MUI Tasikmalaya tidak Manusiawi dan Demokratis

Menurut Kiai Ate, pemberhentian itu karena meninggal atau mengundurkan diri.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ani Nursalikah
KH Ate Mushodiq saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Foto:

Juru bicara keluarga besar KH Ate Mushodiq, U Aziz Muslim, mengatakan hanya ingin memberikan tanggapan atas keputusan yang telah dikeluarkan MUI Jabar. Selain itu, pihaknya masih ingin mencari ruang untuk berdialog terkait keputusan ini.

"Seandainya ini sudah final, kami akan menindaklanjuti. Namun tindak lanjutnya tidak perlu saya omongin. Kami hanya ingin tabayun," kata dia.

Aziz menilai, SK yang dikeluarkan oleh MUI Provinsi Jabar terkait pemberhentian kakak kandungnya itu sangat tidak etis. Ia menggunakan istilah 'Kiai Ate seperti diberhentikan pakai pentungan kayu'.

"Mohon maaf, pesantren saya ada sebelum MUI ada, yaitu 1924. Bahkan sebelum Indonesia merdeka. Bapak saya pejuang bersama KH Zainal Mustofa. Tolong hargai dengan cara keulamaan, dengan cara kekhidmatan, dengan cara Kiai," ujar Aziz.

Pemberhentian Kiai Ate sebagai Ketua Umum MUI Kota Tasikmalaya sangat berkaitan dengan kedatangan ulama senior itu dalam kegiatan Syukuran 77 Tahun Syaykh Al Zaytun pada Ahad (30/7/2023). Dalam kegiatan itu, pernyataan Kiai Ate yang disebut sebagai Ketua MUI Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua PCNU Kota Tasikmalaya oleh pembawa acara memunculkan polemik di kalangan ulama, khususnya di Tasikmalaya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement