Ahad 23 Jul 2023 19:51 WIB

Pengeroyokan Kader NU di Mesir, PBNU Desak Usut Tuntas

Pelaku pengeroyokan kader NU itu telah mencoreng nama baik pelajar Indonesia di Mesir

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Pengeroyokan (ilustrasi)
Foto: ngapak.com
Pengeroyokan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam aksi pengeroyokan terhadap kader Nahdlatul Ulama (NU) di Mesir yang dilakukan oknum anggota organisasi kekeluargaan asal Sulawesi. PBNU pun mendesak kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Harus diusut dan diberi sanksi tegas, agar menjadi pelajaran bagi yang lainnya,” ujar Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur) kepada Republika.co.id, Ahad (23/7/2023).

Baca Juga

Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Bululawang Malang ini mengatakan, PBNU sangat menyesalkan aksi premanisme tersebut. Menurut dia, pelaku pengeroyokan kader NU itu telah mencoreng nama baik pelajar Indonesia di Mesir.

“Kita menyesalkan tindakan premanisme tersebut, apalagi dilakukan di negara orang. Ini memalukan dan mencoreng citra pelajar Indonesia yang baik sejak dahulu kala,” ucap Gus Fahrur.

Seharusnya, tambah dia, sesama warga Indonesia bisa saling tolong. Dia pun mengimbau kepada seluruh pelajar yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri ini untuk selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia.

“Seharusnya sesama warga negara Indonesia di rantau dapat saling bekerjasama dan tolong menolong. Jaga nama baik bangsa Indonesia,” kata Gus Fahrur.

Sebelumnya, telah terjadi aksi penganiayaan terhadap F (19), mahasiswa asal Kudus Jawa Tengah yang saat ini tengah studi di Mesir. Pengeroyokan itu terjadi pada 12 Juli 2023 lalu di kediaman korban yang terletak di Mansouriyah 4B flat 2. Pelaku ditaksir berjumlah 15 orang, terduga merupakan oknum organisasi KKS.

Tak hanya itu, para pelaku dengan beringas merusak rumah korban. Perusakan fasilitas juga terjadi di kantor sekretariat mahasiswa Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Aksi penganiayaan yang menimpa korban tersebut terjadi kali kedua, setelah sebelumnya dianiaya usai bermain bola di Nadi Gamaliya pada 9 Juli 2023. Dan, tak ada sanksi apapun.

Para oknum pelaku sudah kerap melakukan aksi tindak kekerasan, seperti yang juga dialami oleh Z asal Madura yang terjadi pada 19 Juni 2023 lalu. Korban mengalami luka lebam di bagian wajah, bahkan menurut keterangan korban sempat diinjak dengan sepatu.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement