Ahad 02 Jul 2023 12:43 WIB

Makanan di Pesawat, Apakah Kesemuanya Aman dan Halal untuk Muslim?

Tak pencantuman sertifikasi halal dalam makanan pesawat

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi makanan di pesawat. Tak pencantuman sertifikasi halal dalam makanan pesawat
Foto:

Perkembangan ini terutama ditujukan untuk memastikan standar halal dipenuhi oleh semua pemangku kepentingan dalam rantai pasokan makanan, yang mencakup pemeriksaan proses produksi dan logistik untuk tidak mencemari produk halal.

Sejalan dengan perkembangan ini dan mengingat bahwa penumpang perjalanan udara Muslim merupakan pasar yang berkembang dan signifikan, ada insentif bagi maskapai penerbangan untuk mengeksplorasi penawaran makanan bersertifikat halal.

Ketika ditanya bagaimana deskriptor kode MOML makanan khusus dapat diubah agar lebih akurat mewakili sertifikasi makanan halal dan kode industri "HLML", IATA's White mengklarifikasi ada proses penyelesaian yang mengharuskan maskapai berunding di Simposium Penumpang Dunia yang dapat memajukan agenda ini.  Pertemuan mereka berikutnya akan diadakan di Barcelona, Spanyol, dari 24 hingga 26 Oktober.

Maskapai adalah kunci untuk mengubah makanan Muslim MOML menjadi makanan halal bersertifikat HLML.

Profesor Bilal Jonathan Wilson, pemimpin pemikiran dalam branding halal, melihat insentif positif bagi maskapai penerbangan untuk menyusun resolusi agar IATA mengubah kode saat ini.

“Istilah 'halal' telah menjadi norma dan dikaitkan dengan konsumsi makanan. Banyak produk yang sekarang membawa label halal, jadi tidak masuk akal untuk tidak mengikutinya hari ini,” ujar dia.

Profesor Wilson juga menyebut label halal ini juga bisa menjadi bentuk pemasaran. Konsumen Muslim dapat meninjau dan menandai mereka di berbagai platform media sosial.

White dari IATA mengatakan masing-masing maskapai penerbangan dapat mengajukan petisi untuk perubahan kode melalui resolusi, tetapi maskapai penerbangan perlu mengetahui preferensi konsumen.

Konsumen dapat memberi tahu maskapai jika mereka menginginkan makanan bersertifikat halal di dalam pesawat, dengan menghubungi sektor pelanggan maskapai secara langsung dan meminta untuk meningkatkan permintaan makanan khusus dengan membuat resolusi IATA mengganti makanan bersertifikat halal (HLML) dari kode MOML yang digunakan saat ini.

 

Baca juga: salaamgateway

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement