Senin 19 Jun 2023 00:27 WIB

Perbedaan Idul Adha 2023, MUI Imbau tak Saling Menghujat

Diharapkan perbedaan ini janganlah sampai memicu pertikaian di antara umat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Gita Amanda
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi (tengah) bersama Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Khafi, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (dari kiri ke kanan) menyampaikan konferensi pers mengenai hasil sidang isbat di Jakarta, Ahad (18/6/2023). Pemerintah menetapkan Hari Raya Iduladha 1444 Hijriyah jatuh pada Kamis (29/6/2023), berdasarkan pemantauan atau rukyatul hilal yang dilaksanakan pada 99 titik di Indonesia.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi (tengah) bersama Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Khafi, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (dari kiri ke kanan) menyampaikan konferensi pers mengenai hasil sidang isbat di Jakarta, Ahad (18/6/2023). Pemerintah menetapkan Hari Raya Iduladha 1444 Hijriyah jatuh pada Kamis (29/6/2023), berdasarkan pemantauan atau rukyatul hilal yang dilaksanakan pada 99 titik di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1444 Hijriyah jatuh pada Selasa (20/6/2023), dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis (29/6/2023) mendatang. Ketetapan ini diambil setelah Kementerian Agama (Kemenag) dan pihak terkait menggelar Sidang Isbat di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahad (18/6/2023).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Abdullah Djaidi, mengatakan keputusan tersebut telah diambil berdasarkan berbagai pertimbangan. “Dan diantaranya kami dari Majelis Ulama Indonesia telah memberikan pertimbangan berkenaan dengan hasil kajian, baik secara hisab ataupun rukyat,” ujar Kiai Djaidi saat konferensi penetapan awal Dzulhijjah di Kantor Kemenag, Ahad (18/6/2023) malam.

Baca Juga

Namun, sebagian kalangan umat Islam Indonesia masih ada yang berbeda pendapat dengan keputusan pemerintah ini, termasuk Muhammadiyah. Sejak jauh hari, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Adha 2023 akan jatuh pada 28 Juni 2023.

Dengan adanya perbedaan pendapat terkait penentuan awal Dzulhijjah dan Idul Adha ini, Kiai Djaidi pun mengimbau kepada umat Islam di Indonesia agar tidak saling menghujat. “Mudah-mudahan kami berharap perbedaan ini janganlah sampai memicu pertikaian di antara kita, saling menghujat, saling menafikan yang satu dengan yang lain, saling menganggap dirinya paling benar,” ucap dia.

Lebih lanjut, Kiai Djaidi juga mengingatkan agar di bulan Dzulhijjah ini umat Islam melaksanakan ibadah puasa Arafah pada 9 Dzluhijjah dan melaksanakan ibadah kurban. Karena, menurut dia, terdapat banyak keutamaan di 10 hari pertama Dzulhijjah sebagaimana yang telah disabdakan Nabi Muhammad SAW.

“Bahwa perbedaan hari raya ini adalah sebuah celah yang kemudian kita bisa melihat bahwa di bulan Dzulhijjah ini ada namanya kurban. Nah kurban ini adalah bagian dari kesalehan sosial kita yang kita tidak boleh lupakan,” kata Kiai Djaidi.

“Mudah-mudahan perbedaan ini bisa tersingkirkan dengan kepahaman-kepahaman kita tentang Idul Adha itu sendiri sebagai idul qurban, sehingga kita saling bantu membantu, saling bersama-sama melaksanakan hal ini sebagai bagian kesalehan sosial kita dalam kehidupan,” jelasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement