Kamis 25 May 2023 05:30 WIB

Republika Ajukan Wawancara ke Syekh Panji Gumilang Al Zaytun, Dibalas Tuduhan?

TIM MUI masih melakukan kajian terhadap Al Zaytun dan Syekh Panji Gumilang.

Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Zaytun, Panji Gumilang. TIM MUI masih melakukan kajian terhadap Al Zaytun  dan Syekh Panji Gumilang
Foto:

Untuk diketahui, video yang viral di media sosial menunjukkan pendiri Ma'had Al-Zaytun, Panji Gumilang mengajak hadirin menyanyikan salam ala Yahudi, "havenu shalom aleichem".

Video viral itu diunggah oleh akun Instagram @say.kocak, Ahad (7/5/2023). Dalam unggahan video tersebut, Panji Gumilang mengajak santri dan tamu undangan mengucapkan salam yang identik untuk umat Yahudi, selain ucapan salam umat Islam.

"Saya mengajak saudara-saudara mengucapkan salam yang tidak Assalamualaikum saja, sambil kita bernyanyi, saya kira yang hadir walaupun tidak pandai, tapi bisa bernyanyi. Kita ucapkan kepada sahabat kita 'havenu shalom aleichem' dalam bentuk bernyanyi. Silakan berdiri, karena ini satu Suro," ujar Panji seperti dikutip Republika.co.id di Jakarta pada Selasa (9/5/2023).

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, juga menyampaikan, langkah pertama tim peneliti MUI akan konsolidasikan dengan tim gabungan antara Komisi Fatwa serta Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI untuk mendalami kasus ini dan beberapa kasus keagamaan lainnya.

"Jika diperlukan, tim akan melakukan penelitian ke lapangan. Tim juga akan menindaklanjuti rekomendasi dari hasil penelitian tim MUI pada 2002," kata Kiai Huda menjelaskan.

Sementara itu, MUI melalui bentukan tim peneliti khusus sudah mengungkap sederet fakta dan temuan pada 2002 terkait pesantren ini. 

Tim melakukan kerja keras selama empat bulan. Kajian pustaka dan dokumentasi dilakukan dengan mengambil semua sumber yang dapat memberikan informasi komprehensif tentang sejarah, latar belakang berdirinya MAZ, serta sistem pendidikan MAZ. 

Baca juga: Shaf Sholat Campur Pria Wanita di Al Zaytun, Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Hukumnya

Kontroversi MAZ itu ternyata bersangkut erat dengan doktrin ajaran, afiliasi kelembagaan, dan konsep keagamaan yang dipahaminya. Bahkan, beberapa pihak menilai pesantren ini sesat dan berbahaya. Berikut temuan MUI pada 2002 lalu: 

1. Ditemukan indikasi kuat adanya relasi dan afiliasi antara MAZ dengan organisasi NII KW IX, baik hubungan yang bersifat historis, finansial, maupun kepemimpinan.

2. Terdapat penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktikkan organisasi NII KW IX. Seperti mobilisasi dana yang mengatasnamanakan ajaran Islam yang diselewengkan, penafsiran ayat-ayat Alquran yang menyimpang dan mengafirkan kelompok di luar organisasi mereka.

3. Ditemukan adanya indikasi penyimpangan paham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan kurban yang diterapkan pimpinan MAZ, sebagaimana dimuat dalam majalah Al-Zaytun

- Persoalan Al-Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah pengurus yayasan) yang memiliki kedekatan dengan organisasi NII KW IX 

- Ada indikasi keterkaitan sebagian koordinator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri MAZ dengan organisasi NII KW IX.    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement