Kamis 18 May 2023 19:06 WIB

Kalau Coldplay Konser, Ketua MUI Imbau Jangan Pernah Kampanye LGBT

MUI Menyeru masyarakat menolak segala bentuk kampanye LGBT.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Vokalis Coldplay, Chris Martin (kiri) dan gitaris Jonny Buvkland beraksi dalam konser mereka di Edmonton, Alberta, Selasa (17/4) 2012.
Foto: Ap Photo
Vokalis Coldplay, Chris Martin (kiri) dan gitaris Jonny Buvkland beraksi dalam konser mereka di Edmonton, Alberta, Selasa (17/4) 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyeru masyarakat untuk menolak segala bentuk kampanye dan promosi LGBT. Seruan ini disampaikan MUI terkait rencana band Coldplay yang kerap mendukung LGBT akan menggelar konser di Jakarta.

Ketua MUI, KH Jeje Zaenudin mengatakan, memiliki kelainan dan penyimpangan seksual adalah penyakit yang harus diobati, itu masalah pribadi. Tetapi ketika menjadi gaya hidup yang dikampanyekan itu adalah suatu penistaan kepada kenormalan.

Baca Juga

"Jadi kita serukan masyarakat untuk menolak segala bentuk kampanye dan promosi penyimpangan perilaku termasuk LGBT," kata Kiai Jeje kepada Republika.co.id, Kamis (18/5/2023).

Sebagaimana diketahui, konser Coldplay akan digelar pada 15 November 2023 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Meski tiket konser band Coldplay habis dipesan penonton, namun kedatangan Coldplay ke Indonesia mendapat penolakan.

 

Penolakan terhadap kedatangan band Coldplay muncul karena mereka kerap mendukung LGBT. Sementara, MUI meminta agar saat berlangsung konser Coldplay tidak ada yang kampanye LGBT.

"Kebiasaan Coldplay mengibarkan bendera pelangi itu harus disepakati saat konser di Indonesia tidak mengibarkan (bendera pelangi) karena itu bermakna kampanye LGBT," kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis kepada Republika.co.id, Kamis (18/5/2023).

Kiai Cholil menegaskan, pihak event organizer (EO) atau promotor konser Coldplay harus memastikan agar tidak ada kampanye LGBT. Mereka harus mematuhinya agar tidak jadi masalah di kemudian hari.

Sebelumnya diberitakan, dalam hitungan dua jam, semua kategori tiket konser Coldplay di Jakarta terpantau sudah full booked dan beberapa di antaranya sold out. Sejumlah warganet dan akun jasa titip (jastip) tiket turut mengunggah tangkapan layar yang menunjukan pembaruan di situs web pembelian tiket.

Sementara itu, sejumlah warganet mengaku sedih karena mereka benar-benar sudah tidak bisa memesan tiket padahal situs prajual baru saja dibuka.

Di lain pihak, Persaudaraan Alumni (PA) 212 menolak penyelenggaraan konser Coldplay yang direncanakan akan berlangsung pada November 2023.

Menurut Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin, grup band asal London itu bertentangan dengan agama dan nilai Pancasila sebab mendukung LGBT dan ateisme.

"Jelas kami dari PA 212 menolak konser Coldplay yang mendukung LGBT, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, dan Coldplay bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila," kata Novel ketika dihubungi Republika.co.id pada Ahad (14/5/2023).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement