Selasa 18 Apr 2023 10:52 WIB

Bismillah, Pesantren Darul Ummah Mulai Pembangunan Masjid

Pesantren Darul Ummah berharap memiliki masjid yang representatif.

Sejumlah tokoh berdoa, semoga Allah memudahkan pembangunan masjid Pesantren Darul Ummah di Cisoka Kabupaten Tangerang Banten.
Foto: Republika
Sejumlah tokoh berdoa, semoga Allah memudahkan pembangunan masjid Pesantren Darul Ummah di Cisoka Kabupaten Tangerang Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pesantren Darul Ummah Cisoka Kabupaten Tangerang Banten memulai pembangunan masjid di kompleksnya beberapa hari lalu. Bangunan tersebut nantinya menjadi pusat kegiatan harian santri beribadah dan mencari ilmu.

Proses pembangunan masjid tersebut dimulai dengan seremoni peletakan batu pertama pembangunan masjid oleh sejumlah tokoh. Mereka adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Prof Asep Saepudin Jahar, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Yuli Yasin, dan Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Provinsi Banten, KH Sulaeman Efendi. 

Baca Juga

Peletakan batu pertama ini juga disaksikan oleh Pimpinan Ponpes Al Mizan KH Anang Azharie Alie, Mantan Wakil Rektor ISTA Muhammad Zuhriyanto, Dosen Binus, Muhamad Nanang Suprayogi, Kepala Desa Jeungjing Nurlaela, pengusaha Miftahus Sururi, dan tokoh masyarakat lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Modern & Tahfizh Darul Ummah KH Fahrurroji Awab memohon doa para tokoh masyarakat dan alim ulama. “Semoga Allah melancarkan dan memudahkan pembangunan masjid ini,” katanya dalam keterangan tertulis pada Selasa (18/4/2023).

 

Pusat kegiatan santri pesantren adalah masjid. Di sana santri melaksanakan ibadah shalat dan berzikir setiap hari. Di sana pula mereka menghapalkan Alquran, membaca buku pelajaran, dan mengaji berbagai ilmu keislaman bersama guru.

Selain itu, masjid juga menjadi tempat berinteraksi santri dengan lainnya. Di sana mereka membangun keakraban dan persaudaraan sehari-hari. 

Pondok Pesantren Modern dan Tahfizh Darul Ummah didirikan untuk mengembangkan wakaf, mengajarkan ilmu bermanfaat, dan mencetak anak soleh dan solihah. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Gontor, Kurikulum Tahfizh Alquran, dan Kurikulum Nasional. Kurikulum tersebut diharapkan membentuk lulusannya menjadi orang yang berilmu, beramal, hafal Alquran, dan berakhlak mulia.

Sumber daya manusia yang keluar dari pesantren ini adalah mereka yang memiliki bekal keilmuan yang berasal dari wahyu ilahi, berkarakter mulia, dan terampil. Berbekal itu semua, mereka akan menjadi insan yang cinta Tanah Air, membangun bangsa dengan inspirasi dan inovasi, dan meneruskan cita-cita pembangunan negeri.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement